Berita

Nusantara

Pemda Bengkulu Selatan Terkesan Plin Plan Sikapi PT. SBS

SELASA, 10 OKTOBER 2017 | 11:34 WIB

Sikap Pemerintah Daerah Bengkulu Selatan dinilai terkesan melunak terhadap pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh PT SBS di Kecamatan Pino Raya.

"Pemerintah tidak tegas dan plin-plan dalam mengurus persoalan PT SBS. Beberapa waktu lalu mengancam keras ingin menutup sementara aktivitas pabrik, tapi nyatanya hingga sekarang itu belum dilakukan," kritik Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Bengkulu Selatan, Susman Hadi.

Seharusnya, kata dia, Pemda jangan asal bicara lantaran dikhawatirkan dapat memicu gelojak di tengah masyarakat setempat.


"Kami berharap pemerintah dapat bertindak tegas terkait penyelesaian permasalahan ini supaya tidak menimbulkan permasalahan baru di masyarakat," pungkas Ketua Fraksi Golkar tersebut.

Sebelumnya, Bupati Kabupaten Bengkulu Selatan, Dirwan Mahmud tegas menyatakan akan menutup PT SBS. Alasannya limbah B3 pengolahan pabrik sawit itu telah mengakibatkan sungai Air Selali tercemar selama hampir empat tahun terakhir.Namun belakangan disinggung lagi rencana penutupan pabri tersebut, Dirwan berdalih ingin melihat laporan tertulis mengenai progress perbaikan yang telah dilakukan PT SBS.

"Saya akan meminta Asisten I untuk memeriksa laporan tertulis yang mereka sampaikan nanti," kata Bupati Dirwan Mahmud.

Pihak manajemen PT SBS berjanji akan menyampaikan laporan tertulis mengenai progress perbaikan kepada Pemda hari ini.

Disampaikan Dirwan, apapun bukti yang tertera dalam laporan itu pemerintah perlu mengkaji dan menindaklanjutinya terlebih dahulu sebelum melakukan penutupan.

Manajer PT SBS M Jamil tetap bungkam ketika dimintai tanggapan oleh RMOLBengkulu.Com terkait hasil keputusan rapat dengan pemda setempat.[wid] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya