Jelang masa akhir jabatan sebagai walikota Bengkulu, Helmi Hasan mengaku belum puas mengabdikan diri untuk kemajuan kota dipimpinnya itu.
Ia merasa pembangunan yang dilakukannya selama ini belum ada artinya dibandingkan impian dan cita-citanya menjadikan Bengkulu sebagai kota 'Semua Nyata untuk Masyarakat (Senyum)'. Selain itu, belum berjalan maksimal beberapa programnya seperti satu miliar satu kelurahan (Samisake) dengan anggaran Rp 55,4 miliar yang masuk APBD 2018.
"Coba saja program Samisake berjalan di awal kepemimpinan saya, tentunya kita akan memaksimalkan program ini untuk membantu perekonomian masyarakat kita," curhat Helmi Hasan seperti dimuat RMOLBengkulu.Com.
Meski belum puas atas kinerjanya tidak membuat pria asli Lampung, kelahiran Kampung Pisang 29 November 1979 ini tidak ingin melanjutkan kepemimpinannya sebagai walikota Bengkulu di pemilihan kepala daerah tahun 2018 mendatang. Komitmen ini telah disepakatinya bersama sang istri.
"Soal maju atau tidak dalam pilwakot tahun depan, saya dan istri sudah sepakat tidak akan maju kembali. Biarlah kesempatan ini menjadi milik calon walikota yang lain" ujarnya.
Ia berharap walikota terpilih nanti dapat menjalankan amanah dengan baik serta melanjutkan berbagai program baik yang telah ada. Seperti meningkatkan pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bengkulu, melanjutkan program seribu jalan mulus dan Samisake untuk kesejahteraan masyarakat dan peningkatan ekonomi warga.
"Posisi walikota tidak seharusnya diperebutkan, karena itu merupakan amanah. Saya sangat berharap siapapun yang menjadi walikota nanti dapat mengemban amanah dengan sebaik-baiknya dan tidak mengecewakan masyarakat," pungkas Helmi.
[wid]