Berita

Politik

Tarung Di Jatim, Sekjen PDIP Ajak Kader Jaga Soliditas

SENIN, 09 OKTOBER 2017 | 22:41 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

RMOL. PDI Perjuangan sangat serius memenangkan Pilkada Jawa Timur 2018.

Hal ini tampak dari konsolidasi jauh-jauh hari yang dilakukan partai nasionalis ini di Jatim. Dalam Bimbingan Teknis (Bimtek) yang dihadiri 318 anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi/Kabupaten/Kota se-Jawa Timur di Malang, Senin (9/10), Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto mengajak semua kader partai untuk tetap menjaga soliditas.

Hasto menegaskan bahwa PDI Perjuangan, sebagai partai Pancasilais, menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itulah wajah politik partai, bukan hanya wajah kekuasaan, namun harus menampilkan wajah kebudayaan dan wajah untuk menyejahterakan rakyat melalui gerakan ekonomi gotong royong.


"Pada saat bersamaan dalam posisi politik sebagai partai pemerintah, maka seluruh kader memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan efektivitas dukungan kepada pemerintahan Bapak Jokowi dengan menggalang rakyat!" tegas Hasto yang disambut riuh semangat para kader.

Hasto mengapresiasi Bimtek yang dilakukan para kader PDI Perjuangan di Jatim. Sebab, kegiatan ini bisa memperkuat representasi partai di provinsi yang akan menggelar pilkada pada 27 Juni 2018 mendatang.

"DPP mengapresiasi Bimtek yang dilakukan Jatim untuk meningkatkan kemampuan legislasi, pengawasan dan penganggaran yang ketiganya menguatkan fungsi representasi Partai," ujarnya.

Hasto mengingatkan, setiap kader PDI Perjuangan mempunyai tugas untuk memperkuat partai.

"Karena Anda adalah otot, biji mata, dan otak partai. Kita sebagai kader alhamdulilah telah menunjukkan itu. Setidaknya seluruh survei menyebutkan PDI Perjuangan adalah partai dengan elektabilitas tertinggi," ujarnya.

"Tetapi di sinilah sekaligus tantangan kita karena perolehan ini membuat kita menjadi sasaran serangan banyak pihak. Dalam menghadapi berbagai serangan itu, kuncinya adalah persatuan sempurna dengan rakyat. Jangan pernah sekalipun menyakiti hati rakyat” imbuh Hasto.

Hasto mengatakan, konsolidasi partai juga dilakukan demi merawat Pancasila yang belakangan ini mulai terancam.

"Saat ini Pancasila terancam. Kita tak ingin Indonesia seperti Suriah. Tugas kita sebagai orang partai harus melakukan konsolidasi dari Sabang sampai merauke agar nilai keindonesiaan yang termaktub dalam Pancasila tetap terawat," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi, mengatakan Bimtek kali ini adalah yang kedua di tahun 2017 dilakukan di Jatim.

"Bimtek pertama adalah konsolidasi dalam pemenangan pilkada di Batu dan akhirnya menang secara signifikan," ujar Kusnadi yang juga Wakil Ketua DPRD Jatim ini.

Untuk diketahui, pada 15 Oktober 2017 mendatang, Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri akan mengumumkan secara langsung pasangan calon yang akan diusung partai di Pilgub Jatim 2018. Seluruh pengurus PDI Perjuangan se-Jawa Timur akan hadir dalam acara yang sangat monumental ini.

"Ingatlah bahwa pilkada adalah kompetisi gagasan untuk menghasilkan pemimpin yang merakyat. Pilkada bukan perang dengan segala cara. Pilkada harus memerkuat watak demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. PDI Perjuangan menginstruksikan seluruh kader untuk bergotong royong dan bersaing secara sehat. Jangan tiru pihak lain yang mengedepankan serangan dengan ujaran kebencian,” tegas Hasto.

Populer

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

UPDATE

Program Kurban Presiden dari APBN Punya Dampak Sosial dan Ekonomi

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:20

Isu Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret Tak Terkait dengan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:11

Belum Hari Kemerdekaan, Rupiah Sudah di Atas Rp17.845 per Dolar AS

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:10

Bantuan Kurban Presiden dari APBN Lebih Tepat Disebut Program Sosial

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:06

Guru Berhak Dapat Kehidupan Layak Sesuai Pasal 27 UUD 1945

Kamis, 28 Mei 2026 | 10:02

Iduladha di KBRI Madrid Jadi Obat Rindu Diaspora pada Masakan Indonesia

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:57

Pimpin Kurban Presiden dan Wapres di Istiqlal, Nasaruddin Umar: InsyaAllah Aman dan Sesuai Syariat

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:48

Harga Emas Antam Ambruk Rp31.000, Turun ke Rp2,75 Juta per Gram

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:40

Tak Boleh Asal Sembelih, Ini Standar Kurban Ketat di Istiqlal

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:26

Pemerintah Kejar Net Zero Emission Lewat Proyek Panas Bumi

Kamis, 28 Mei 2026 | 09:23

Selengkapnya