Berita

Muhaimin Iskandar/Net

Politik

Tenggelam Di Era Jokowi, Peluang Cak Imin Semakin Tipis

SENIN, 09 OKTOBER 2017 | 16:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Figur atau partai politik yang berniat maju sebagai calon pemimpin nasional pada Pemilu 2019 sebaiknya sudah mulai memunculkan diri dan nama.

Termasuk pada posisi calon wakil presiden (cawapres).

Pemerhati politik sekaligus Direktur Mahara Leadership, Iwel Sastra mengatakan meskipun Pilpres baru diadakan tahun 2019, namun prosesnya sudah mulai berlangsung tahun depan, dan hawanya sudah terasa sejak akhir tahun ini.


Misalkan, munculnya nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang digadang-gadang bakal menjadi cawapres 2019.

Selain Gatot, menurut Iwel Sastra, nama-nama yang layak untuk dimunculkan sebagai cawapres adalah, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Gubernur NTB Tuan Guru Bajang, dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, serta tokoh muda Agus Harimurti Yudhoyono.

Bagaimana dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang juga diberitakan layak menjadi cawapres? Amatan Iwel Sastra, Muhaimin belum pas untuk cawapres.

"Belum terlihat leadership-nya. Apalagi di era Jokowi, Cak Imin (Muhaimin Iskandar) tenggelam," sebut dia saat dihubungi redaksi, Senin (9/10).

Ditambah lagi, beberapa hari lalu, doktor kehormatan atau doktor honoris causa yang diterima Muhaimin dari Universitas Airlangga (Unair) menjadi kontroversi. Pasalnya, internal kampus menolak doktor kehormatan di bidang ilmu sosiologi politik tersebut.

Baca: Promosi Doktor Kehormatan Untuk Cak Imin Dipertanyakan

"Itu saja sudah kontroversi. Jadi menurut saya belum pas (Cak Imin jadi cawapres)," ujar Iwel Sastra. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya