Berita

Maneger Nasution/Net

Nusantara

Penganiayaan Dokter Senior Terhadap Petugas Parkir Harus Diusut Tuntas

SENIN, 09 OKTOBER 2017 | 10:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Anggota Komnas HAM Maneger Nasution menyatakan keprihatinan mendalam atas terjadinya kekerasan yang dilakukan seorang dokter senior bernama DR. Dr. Anwari SH SpKFR MARS MH terhadap petugas parkir Mall Gandaria City, Jakarta, Jumat malam (7/10).

"Apalagi kekerasan ini disamping dipertontonkan oleh seorang terpelajar, juga dengan memakai kenderaan dinas yang sejatinya digunakan oleh orang yang berhak dan untuk kepentingan dinas. Di samping itu, kekerasan ini menimbulkan syiar ketakutan publik," ujar Maneger Nasution, Senin (9/10).

Jelas dia, pihak kepolisian harus mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan independen. Pelakunya disamping telah ditetapkan sebagai tersangka, juga patut dipertimbangkan untuk dilakukan pemeriksaan apakah dia mengonsumsi obat terlarang sebelum melakukan kekerasan.


"Sebab, dalam logika publik, apa iya hanya karena soal uang parkir yang tidak seberapa, seorang dokter melakukan respons sedemikian destruktif yang jauh dari akal sehat," sebut Maneger Nasution.

Menurutnya, polisi juga harus memeriksa senjata api yang digunakan pelaku. "Hal ini diharapkan dapat menjawab pergunjingan publik bahwa kasus ini diduga pengalihan isu? Untuk itu publik berhak mendapat informasi yang benar tentang kasus tersebut (rights to know)," lanjut Maneger Nasution dalam keterangan tertulis.

Untuk pihak RSPAD, tempat dr. Anwari pernah bertugas dan tempat istrinya berdinas saat ini, harus menginvestigasi soal penggunaan mobil dinas bermerk TNI AD tersebut di ruang publik. Apakah digunakan oleh orang dan keperluan yang tepat.

"Penting diingatkan bahwa kasus ini berpotensi merugikan nama baik, tidak hanya RSPAD, tetapi juga TNI," kata Maneger Nasution.

Kasus ini sungguh disayangkan. Betapa tidak, sekedar pengingat, oleh banyak lembaga survei, TNI dipandang sebagai lembaga yang relatif berhasil melakukan reformasi internal. Tetapi kerja keras keluarga besar TNI, dirusak oleh oknum seperti ini. Untuk itu penegakan disiplin organisasi sangat diperlukan.

"Publik berharap pihak kepolisian membangun komunikasi yang saling memuliakan dengan pihak TNI terkait masalah mobil dinas dan status dari dr. Anwari. Komunikasi berkemuliaan ini dipentingkan untuk menutup ruang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang tidak bahagia melihat jalinan keharmonisan TNI-Polri kita," tukas Maneger Nasution. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya