Berita

Rita Pranawati/Net

Nusantara

Bijak Bermedsos Salah Satu Kunci Menjaga Harmoni Pasangan

SENIN, 09 OKTOBER 2017 | 08:59 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ikut mengomentari pemberitaan bahwa maraknya perceraian karena kecemburuan yang bermula di media sosial (medsos).

"Hal ini tentu memprihatinkan," kata Wakil Ketua KPAI Rita Pranawati, Senin (9/10).

Angka perceraian terus meningkat, data Direktorat Jenderal Badan Peradilan Agama (Badilag) Mahkamah Agung menyebutkan bahwa pada tahun 2016 jumlah perceraian mencapai 19.9 persen, naik dari tahun sebelumnya yang mencapai 15 persen.


"Faktor baru media sosial perlu disikapi dengan bijak," ungkap Rita Pranawati.

Bagi pasangan suami istri, menjaga komitmen dalam pernikahan sangat penting dilakukan untuk menjaga keberlangsungan hubungan. Kehadiran medsos sering kali mengganggu relasi dan komunikasi langsung antara suami istri.

"Menjaga komitmen melalui komunikasi terbuka sangat penting dalam perkawinan. Oleh karenanya, keterbukaan menjadi kunci awal dalam berkomunikasi," imbuhnya.

Medsos merupakan media berkomunikasi namun tidak dapat menggantikan peran komunikasi langsung antar pasangan. Pasangan suami istri dapat berkomunikasi secara langsung dalam frekuensi yang lebih banyak. Berkomunikasi secara langsung sangat berbeda dampaknya dengan berkomunikasi melalui medsos diantaranya akan terbangun rasa nyaman, kedekatan, melihat apa yang sesungguhnya terjadi, saling berlajar empati dan belajar menyelesaikan masalah dengan lebih baik.

"Selain lebih intensif, komunikasi pasangan suami istri harus lebih asertif dan terbuka, sehingga pasangan dapat terus memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada," papar Rita Pranawati menambahkan.

Lanjutnya, bijak menggunakan medsos menjadi salah satu kunci menjaga harmoni pasangan di era digital. Berkomunikasi di dunia maya sering kali menimbulkan persepsi-persepsi yang berbeda dan justru menimbulkan kerentanan konflik antara pasangan.

Medsos memang dapat membantu berkomunikasi dengan cepat namun jika tidak bijak menggunakannya justru dapat menjadi sumber mispersepsi antara pasangan. Menjaga perasaan pasangan dan pengendalian diri dalam bermedsos menjadi penting agar medsos tidak melahirkan kerentanan dalam berrelasi. Misalnya saat membuat status dan mengomentari status.

Dan saat orang tua akan mengambil keputusan bercerai, pasangan harus berpikir akan nasib anak-anak. Perceraian lebih sering menjadi pilihan penyelesaian masalah bagi orang dewasa tanpa menyertakan pendapat anak. Nasib anak-anak harus menjadi pertimbangan dan dibahas bersama jika memang pada akhirnya pasangan memilih bercerai. Karena sesungguhnya tidak ada mantan anak dan mantan orang tua.

"KPAI mengapresiasi upaya Kementerian Agama dalam menyiapkan pasangan memasuki jenjang perkawinan melalui kursus calon pengantin. Kursus dengan metode partisipatif yang dilakukan Kementerian Agama diharapkan menjadi pondasi bagi terbangunnya keluarga yang harmonis," ucap Rita Pranawati.

Namun pihaknya juga menyarankan pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan membuat Pusat Konsultasi Keluarga sebagai upaya menjaga agar perkawinan keluarga Indonesia tetap langgeng. Para pasangan tidak datang ke Pusat Konsultasi ketika persoalan yang mereka hadapi sudah kronis sehingga perkawinannya dapat diselamatkan.

"Kehadiran Pusat Konsultasi Keluarga diharapkan menjadi alternatif bagi para pasangan yang berharap mendapatkan alternative solusi bagi persoalan yang dihadapi," demikian Rita Pranawati. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya