Berita

Foto/Net

Bisnis

Penerapan E-Toll Bikin Jengkel Orang

Infrastruktur Belum Siap
SENIN, 09 OKTOBER 2017 | 08:23 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah harus memas­tikan infrastruktur dan regulasi untuk mendukung program tran­saksi non tunai di tol (e-Toll) tersedia dengan baik sebelum diterapkan secara serentak pada 31 Oktober 2017.

Saat ini infrastruktur belum memadai. Penerapan yang terke­san dipaksakan, tidak sekadar bikin jengkel, tapi merugikan konsumen. Misalnya, gardu tol yang hanya bisa diakses E-Money (uang elektronik) yang diterbitkan bank BUMN. Konsumen yang memiliki EMoney terbitan BCA tidak da­pat mengaksesnya. Mereka terpaksa harus mundur untuk keluar antrian. Jika sulit, mereka terpaksa harus membeli kartu terbitkan bank BUMNyang kini banyak dijajahkan di depan gardu tol. Selain itu, banyak angkutan umum non trayek (taksi) belum tidak memiliki E-Money. Akibatnya, masyarakat kesulitan mengakses tol, terutama para turis yang memakai layanan angkutan tersebut.

Pengamat Kebijkan Publik Agus Pambagio menyatakan mendukung program transaksi non tunai. Karena, layanan ini bisa mengurangi antrean. Tran­saksi E-Toll hanya membutuhkan waktu 6-7 detik atau lebih cepat dibandingkan membayar cash yang waktunya sekitar 15-20 detik. Namun demikian, untuk diterapkan secara serentak, pe­merintah harus memastikan infrastrukturnya sudah siap.


"Sampai 31 Oktober harus benar-benar siap. Harus ada per­siapan dan upaya lebih agar pro­gram berjalan dengan baik," kata Agus kepada Rakyat Merdeka, baru-baru ini.

Dia melihat, berbagai persiapan yang dilakukan sudah cukup baik. Dan, menurutnya, penerapannya memang harus dipaksakan karena banyak masyarakat malas mem­beli kartu.

Soal layanan angkutan umum, Agus mengamini belum se­mua taksi memiliki E-Money. Dia menyarankan, Kemente­rian Perhubungan (Kemenhub) bikin aturan untuk mendorong perusahaan-perusahaan taksi menyediakan E–Money.

"Jangan konsumen dibebani untuk membeli E-Money," katanya.

Wakil Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Djoko Setijowarno menyarankan, pemerintah untuk mem­berikan perlakukan khusus untuk kendaraan umum seperti truk. Menurutnya, banyak supir truk belum paham dan mengerti tentang E-toll.

"Saya kira perlu ada gardu khusus untuk melayani ken­daraan umum tetap bisa cash selama enam bulan, sambil dilakukan sosialisasi kepada mereka," sarannya.

Djoko memprediksi pada awal pemberlakuan pembayaran non tunai secara serentak akan ada masalah. Misalnya, masyarakat yang selama ini cuek atau tidak tahu dengan program transaksi non tunai, akan binggung. Na­mun hal tersebut, baginya hal yang wajar terjadi. Nanti, para konsumen akan terbiasa dengan sendirinya. ***

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya