Berita

Foto: RMOL

Nusantara

Hukuman Mati Meningkat, Kasus Narkoba Paling Banyak

MINGGU, 08 OKTOBER 2017 | 18:09 WIB | LAPORAN:

Penerapan hukuman mati di Indonesia makin meningkat di era pemerintahan Presiden Joko Widodo.

The Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) mencatat sejak Juli 2016 hingga September 2017 terdapat 52 kasus dengan sanksi eksekusi mati.

"Terkait hukuman mati, ada 52 perkara diputus hukuman mati. Jumlah tingkat penuntutan meloncat 2016 menunjukan situasi berbeda. 2017 meningkat dua kali lipat," kata Direktur ICJR Supriyadi Widodo di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (8/10).


Menurut Supriyadi, hingga 2017 sanksi hukuman mati banyak terjadi pada perkara narkotika disusul dengan kasus pembunuhan dan juga pelecehan pada anak.

"Namun sekarang ini, untuk kasus persetubuhan anak, hukuman mati telah disaingi dengan hukuman kebiri yang telah disahkan menjadi UU 17/2016 lalu," imbuhnya.

Sementara itu, lanjut Supriyadi, Pulau Jawa masih mendominasi sebagai wilayah dengan penerapan hukuman mati oaling banyak. Kemudian disusul oleh Sumatera, Kalimantan, dan Papua.

"Kita lihat bagaimana wilayah memutuskan orang dalam hukuman mati. Jawa paling tinggi dalam eksekusi mati, Sumatera, Kalimantan dan Papua," katanya.

Data dari ICJR menyebutkan, sejak Januari hingga Juni 2016 terdapat 26 perkara tuntutan pidana mati, 17 putusan pidana mati, dan 16 perkara yang telah dituntut dan diputus pidana mati.

Sedangkan pada Juli 2016 hingga September 2017 meningkat, dengan 45 perkara tuntutan pidana mati, 33 perkara putusan pidana mati, dan 29 perkara tuntutan putusan pidana mati. [ian]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya