Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Serikat Pekerja Benarkan Ada PHK Massal Di Indosat

SABTU, 07 OKTOBER 2017 | 09:59 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Ketua Serikat Pekerja Indosat Azwani Dadeh membenarkan bahwa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal terjadi pada perusahaan plat merah itu.

Azwani mengatakan, berdasarkan dari Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 150/2000 Pasal 1 Butir 5 menyebutkan apabila terjadi PHK lebih dari 10 pekerja dapat dikategorikan sebagai PHK massal.

"Faktanya memang sudah sekitar 40-an pekerja selama 2017 yang telah di-PHK, saya punya datanya," kata Azwani saat dihubungi, Jumat malam (6/10).


Ia menegaskan bahwa pernyataan dari Sekjen Asosiasi Pekerja Indonesia (Aspek Indonesia) Sabda Pranawa Djati tidak keliru. Dalam pernyataanya, Kamis (5/10) Sabda mengatakan ada 40 pekerja Indosat yang telah di PHK dan 300 orang pekerja lainya akan menyusul.

"Apa yang dikatakan Mas Djati benar, soal 300 orang yang akan terancam di-PHK itukan isu yang berkembang, jika melihat situasinya seperti ini kemungkinan bisa saja," ujarnya.

40 pekerja yang telah di-PHK itu, lanjut Azwan terdiri dari beberapa pegawai kontrak, dan yang sudah berstatus karyawan tetap. Selain itu, di luar 40 pekerja yang telah di-PHK sebanyak 25 orang tengah menunggu waktu untuk dirumahkan, penyebabnya karna banyak anak perusahaan dari Indosat yang bergerak di sektor e commerce seperti Cipika telah ditutup.

"Ada 25 orang karyawan tetap, ini masih proses kasarnya dianggap tidak diperlukan lagi lah. Dan kabarnya mau dibawa ke Hubungan Industrial," jelasnya.

Grup Head Corporate Communications Indosat Ooredoo, Deva Rachman sebelumnya membantah kabar 300 karyawan Indosat terancam PHK. (Baca: Indosat Luruskan Isu Pemecatan 300 Karyawan). [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

UPDATE

PDIP Duga Ada Pengerahan Komcad Saat Pengamanan Demo Mahasiswa, Ini Penjelasannya

Senin, 15 Juni 2026 | 08:19

Bursa Asia Hijau Sambut Kesepakatan Damai AS-Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 08:12

Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:54

Harga Logam Mulia Melonjak, Emas Mendekati Rekor Baru

Senin, 15 Juni 2026 | 07:42

AS dan Iran Bakal Teken Perjanjian Damai di Swiss Jumat Ini

Senin, 15 Juni 2026 | 07:26

Pemerintah Dorong Susu Hadir Setiap Hari dalam Program MBG

Senin, 15 Juni 2026 | 07:15

Trump Klaim Amankan Kesepakatan Damai Terbesar dengan Iran

Senin, 15 Juni 2026 | 07:00

Pengelolaan Blok Andaman Diusulkan Pakai Skema Hybrid

Senin, 15 Juni 2026 | 06:50

Dokter Tifa Dukung Prabowo Pimpin RI Tanpa Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 06:27

Suap di Bea Cukai Sangat Mengerikan, Bukti Negeri Ini Semakin Busuk oleh Koruptor

Senin, 15 Juni 2026 | 06:23

Selengkapnya