Berita

Bibit Samad Rianto/Net

Nusantara

Dana Desa Jadi Bancakan, Kinerja Satgas Pimpinan Bibit Samad Rianto Dipertanyakan

JUMAT, 06 OKTOBER 2017 | 22:25 WIB | LAPORAN:

Perampokan terhadap dana desa masih terus terjadi. Pembangunan di desa yang mempergunakan Dana Desa pun masih jadi bancakan. Kinerja Satuan Tugas Dana Desa (Satgas Dana Desa) pun dipertanyakan, lantaran tidak kelihatan taringnya dalam pemberantasan penyelewengan Dana Desa yang hingga hari ini terus terjadi.

Ketua Badan Pengawas Lembanga Keuangan Dan Aparatur Sipil Negara (BPLKASN) Mangatur Nainggolan Lumbanraja mengatakan, sudah banyak laporan penyelewengan penggunaan dana desa yang disampaikan ke Satgas Dana Desa, namun lembaga yang kini dipimpin oleh mantan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bibit Samad Rianto itu tidak juga menunjukkan kinerja yang nyata.

"Satgas Dana Desa tidak menunjukkan taringnya. Belum kelihatan kinerja nyata untuk membersihkan dan menjaga dana desa dari penyelewengan. Sudah banyak laporan penyelewengan yang dilaporkan ke Satgas, tetapi kok tidak direspon,” tutur Mangatur Nainggolan di Jakarta, Jumat (6/10).


Pria yang berprofesi sebagai Advokat di Ibukota Jakarta ini menyampaikan, sinergisitas dari Satgas Dana Desa dengan masyarakat dan unsur-unsur pengawasan di masyarakat perlu dilakukan. Hal itu agar pengawalan dan penindakan penyelewengan dana desa bisa berjalan efektif.

"Puluhan ribu jumlah desa di seluruh Indonesia, tidak mungkin Satgas Dana Desa bekerja hanya dengan cara yang mereka lakukan saat ini. Satgas Dana Desa harus melibatkan masyarakat desa secara langsung untuk melakukan pengawasan dan partisipasi langsung pengelolaan dana desa itu,” jelas Mangatur Nainggolan.

Hampir tiap bulan dia berkeliling ke daerah dan ke desa-desa dan menyaksikan betapa pembangunan di desa-desa yang mempergunakan dana desa hanya jadi sumber keuntungan pribadi bagi para oknum pejabat di tingkat Kabupaten, Kecamatan dan Desa bersama para kroni-kroninya.

"Banyak kecurangan yang terjadi di desa. Dana desa hanya jadi bancakan saja, oknum pejabat bersama kaki tangannya, merekalah yang menguasai dan mengambil keuntungan pribadi dari proyek dan dana desa itu,” jelas Mangatur.

Dia mengungkapkan, penyelewengan dana desa itu sangat telanjang dan terang-terangan terjadi di berbagai desa yang ditemuinya. Namun, tidak terlihat adanya tindakan dan proses hukum yang dilakukan kepada para penyeleweng.

"Contoh, di kampung saya, di Desa Bah Jambi II, Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kok bisa pula ada papan proyek yang dipampangkan dengan ditulis tangan. Pengerjaan proyek yang terang-terangan dikorupsi, diselewengkan. Bukan hanya di Simalungun, sewaktu saya ke Ketapang, Kalimantan Barat, hal yang sama juga terjadi. Tetapi itu semua tidak pernah ditangani dan dibongkar tuntas,” ungkap Mangatur Nainggolan.

Mangatur mengingatkan, penggunaan dana desa harusnya bisa menjadi roda yang efektif untuk memutar perekonomian masyarakat desa. Namun, kinerja Satgas Dana Desa yang dilapori atas persoalan-persoalan itu pun tidak muncul.

"Kami bahkan sudah beberapa kali menyurati Ketua Satgas Dana Desa Bapak Bibit Samad Rianto, namun sepertinya masih sibuk dan belum tampak kinerja yang signifikan,” jelasnya.

Dia berharap, penyelewengan penggunaan dana desa dan korupsi yang terjadi dari penggunaan dana desa itu harus diusut tuntas. Dengan melibatkan masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, lembaga-lembaga desa yang efektif, Satgas Dana Desa diharapkan bisa dan mampu membongkar penyelewengan itu.

"Harus diusut dan dibongkar, kasihan para warga desa, kasihan petani dan masyarakat di tingkat desa yang dipermain-mainkan oknum pejabatnya. Pembangunan desa harus efektif dan mampu memajukan roda perekonomian masyarakat desa,” pungkas Mangatur. [sam]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya