Berita

Foto/Net

Nusantara

Festival Ragam Nusantara Kota Tua Terinspirasi Dari Kekayaan Nusantara

JUMAT, 06 OKTOBER 2017 | 13:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Festival Ragam Nusantara di Kota Tua Jakarta telah dibuka untuk umum. Festival dibuka pada Kamis malam (5/10), dan akan berlangsung hingga 8 Oktober 2017.

Festival Ragam Nusantara di Kota Tua diresmikan dengan pengerukan tumpeng oleh Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Penggiat kuliner Cindy Kartika Sari yang memasak tumpeng istimewa untuk Djarot menjelaskan bentuk tumpeng dari bawah sampai mengerucut di atas sebenarnya menyimbolkan hubungan antara manusia dengan Ilahi (Tuhan). Sehingga jika ujungnya dipotong bermakna memutus hubungan manusia dengan peciptanya, oleh karena itu Cindy mengajak Pak Djarot untuk kembali mengeruk tumpeng sebagaimana masa awal tumpeng diciptakan.
 

 
Acara ini diinisiasi oleh Jaringan Solidaritas NKRI (Jari NKRI), sebuah kepanitiaan lintas organisasi, profesi, agama, suku maupun usia, tapi sepakat bekerja secara gotong royong untuk menguatkan kembali narasi keragaman untuk persatuan.

"Di dalam kepanitiaan ini tidak ada struktur keorganisasian yang kaku, semua bekerja sesuai kemampuan masing-masing. Misalnya Arini Kumara seorang cellist, berkontribusi dengan bermain cello, chef Wira Hardiyansyah dan Cindy Kartika Sari penggiat kuliner membuat workshop upaboga, intinya kami ingin menunjukan bahwa siapa saja bisa berkontribusi merawat keragaman Nusanatara," ujar koordinator utama festival, Kanti W. Janis, Jumat (6/10).

Festival Ragam Nusantara di Kota Tua menyajikan acara-acara yang terinspirasi dari kekayaan nusantara. Misalnya menyajikan workshop batik Lasem, Filosofi Tumpeng, dramatari Shima, dan sesi bermain dengan permainan tradisional bersama Cerita Mainan.

Pada hari ini akan ada bincang-bincang menarik tentang alasan cinta kepada Indonesia dari mereka keturunan bangsa lain, seperti Susan Sameh yang keturunan Mesir, Nobuyuki Suzuki aktor Jepang, Ricky Mulani pengusaha keturunan India dan Lyris S. Lyssens keturunan Belgia, dimoderatori oleh Yennie Heriachandra.

Di hari Minggu para tokoh seperti Sarwono Kusumaatmadja, Herawati Supolo Sudoyo, Bambang Harymurti, Saras Dewi dan Olga Lydia selaku moderator akan berdiskusi mengenai "Keragaman Untuk Persatuan", yang dibuka oleh Staf Khusus Presiden Diaz Hendropriyono.

"Lalu juga akan ada penampilan dari musisi Oppie Andaresta berkoloborasi dengan Suara Anak Bumi di penghujung acara," demikian Kanti W. Janis. [rus]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Gencatan Senjata Iran-AS Hampir Berakhir, Milisi Irak Siaga Penuh

Selasa, 21 April 2026 | 08:19

Dolar AS Terkoreksi: Investor Mulai Lepas Aset Safe-Haven

Selasa, 21 April 2026 | 08:06

Sinergi BNI dan Perempuan NTT: Mengubah Daun Lontar Menjadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 21 April 2026 | 07:48

Tim Cook Mundur sebagai CEO Apple

Selasa, 21 April 2026 | 07:35

Refleksi 4 Tahun Prudential Syariah: Mengubah Paradigma Deteksi Dini Kanker

Selasa, 21 April 2026 | 07:27

Emas Dunia Masih Sulit Bangkit di Tengah Kenaikan Harga Minyak

Selasa, 21 April 2026 | 07:16

Kerja Sama Polri-PBB Pertegas Posisi RI dalam Misi Perdamaian Dunia

Selasa, 21 April 2026 | 07:10

Bursa Eropa Merah, Sektor Penerbangan Paling Terpukul

Selasa, 21 April 2026 | 07:05

Relawan Protes JK Asal Klaim soal Jokowi Presiden

Selasa, 21 April 2026 | 06:51

Politik Angka vs Realitas Ekologi: Sungai Tak Bisa Dipimpin Statistik

Selasa, 21 April 2026 | 06:29

Selengkapnya