Duel melawan Serbia di kualifikasi Piala Dunia 2018 Grup D Zona Eropa bakal menÂjadi laga terakhir sang pelatih Austria, Marcel Koller.
Nemanja Matic meminta reÂkan setimnya tetap fokus saat berkunjung ke markas Austria, Ernst Happel, Sabtu (7/10)
Bulan lalu, federasi sepak bola Austria (OeFB) telah mengeluÂarkan keputusan tidak memperÂpanjang kontrak Koller yang akan berakhir tahun ini.
OeFB menilai, prestasi yang diberikan pelatih berkebangsaan Swiss itu pada kualifikasi Piala Dunia 2018 dan sejumlah laga ujicoba sangat mengecewakan. Dari 18 pertandingan yang telah dilalui, David Alaba dkk hanya mampu menorehkan 4 kemenangan.
Saat ini, kans Das Team (julukan Timnas Austria) unÂtuk bisa lolos ke putaran final Piala Dunia Rusia, hampir pasti tertutup. Saat ini timnas Austria berada di peringkat 4 klasemen Grup D dengan raihan 9 poin hasil dari dua kemenangan, 3 imbang, dan 3 kekalahan.
Untuk bisa lolos sebagai runÂner up, Austria wajib menyapu bersih dua sisa laga terakhir, menjamu Serbia dan tandang ke Moldova, dan berharap Wales serta Republik Irlandia gagal memetik kemenangan pada 2 laga terakhirnya. Ini bukan pekerjaan mudah.
"Kami berterima kasih atas kerja keras Marcel Koller seÂlama ini. Pada akhirnya semua dilihat dari hasil," kata Presiden OeFB dalam rilis resmi federasi belum lama ini.
Koller menghormati keputuÂsan yang dikeluarkan federasi. Dalam sebuah sesi wawancara bersama awak media Austria, pelatih berusia 56 tahun ini tetap profesional dan fokus dengan sisa laga Timnas Austria, termasuk laga kandang terakhÂirnya melawan tim yang dihuni gelandang Manchester United, Nemanja Matic itu.
"Saya masih dalam ikatan kontrak dengan Timnas Austria. Fokus saya mempersiapkan tim untuk laga terakhir kualiÂfikasi Piala Dunia 2018," ucap Koller.
Sementara itu gelandang Serbia. Nemanja Matic menÂegaskan, timnya tidak boleh menganggap remeh Austria.
"Austria merupakan tim yang sangat bagus dengan hanya mempertaruhkan harga diri saat melawan kami. Tidak seorang pun di Eropa pergi ke Austria berpikir bahwa mereka adalah favorit," kata Matic.
Serbia, yang memuncaki klasemen grup dengan 18 poin dari delapan pertandingan, meÂmerlukan satu kemenangan dari dua pertandingan tersisa untuk lolos. Serbia akan melawan Austria di Ernst Happel pada (7/9) dan tiga hari berselang kontra Georgia.
Tim peringkat kedua Wales (14 poin) dan tim peringkat ketiga Irlandia (13) kelihatanÂnya akan memperebutkan poÂsisi runner up dan tiket play-off, sedangkan Austria (sembilan poin) sudah dipastikan tidak lolos. "Saya lebih suka mereka masih berpeluang lolos sehingga memiliki tekanan seperti kami saat ini," kata dia.
Matic menegaskan, para penggemar Serbia, para pekerja asing di Austria dan mereka yang bersiap melakukan perjalanan ke utara, dapat membuat perbedaan di laga itu.
"Kami tahu ribuan dari fans akan memadati stadion dan dukungan mereka dapat menÂgubah permainan untuk menÂjadi menguntungkan kami," kata gelandang Manchester United itu. ***