Berita

Foto/Net

Nusantara

Banggar Ketok Anggaran Untuk Desa Rp 776 Triliun

JUMAT, 06 OKTOBER 2017 | 09:02 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Panitia Kerja (Panja) A Ba­dan Anggaran (Banggar) DPR dan pemerintah menyepakati postur sementara Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2018 sebesar Rp 766,2 triliun. Angka tersebut naik tipis, sebesar 0,67 persen dari alokasi TKDD di RAPBN 2018 sebesar Rp 761,1 triliun.

TKDD itu terbagi atas Transfer ke Daerah sebesar Rp 706,16 triliun dalam postur sementara. Sedangkan sisanya, Rp 60 trili­un merupakan Dana Desa.

Direktur Jenderal Perimban­gan Keuangan Kementerian Keuangan Boediarso Teguh Widodo mengungkapkan, pen­ingkatan postur sementara anggaran Transfer ke Daerah berasal dari Dana Bagi Hasil (DBH), Dana Alokasi Umum (DAU), serta Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua, Dana Tambahan Infrastruktur (DTI), dan Dana Istimewa (Dais) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). "DBH sebesar Rp 87,7 triliun dalam RAPBN 2018. Tapi dalam postur semen­tara sebesar Rp 89,2 triliun," ujarnya dalam rapat bersama Banggar DPR, kemarin.


DAU dalam RAPBN 2018 sebesar Rp 398,1 triliun men­jadi Rp 401,5 triliun dalam postur sementara dan Dana Otsus Papua, DTI, dan Dais DIY sebesar Rp 20,9 triliun menjadi Rp 21,1 triliun. "Untuk Dana Otsus Papua, DTI, dan Dais DIY, penambahan pal­ing besar untuk Otsus Papua," ungkapnya.

Penambahan untuk Otsus Papua, lanjut Boediarso, karena pemerintah ingin agar porsi men­ingkat dengan rasio sebesar 65 persen untuk Papua dan 35 persen lainnya untuk Papua Barat.

Sementara itu, beberapa pos Transfer ke Daerah lainnya tidak mengalami perubahan alokasi anggaran, yaitu Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp 62,4 triliun, DAK Nonfisik sebesar Rp 123,5 tril­iun, dan Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 8,5 triliun.

Ketua Banggar DPR Aziz Syamsuddin menambahkan, pihaknya menyetujui penambahan Dana Otsus Papua karena ingin membantu percepatan pembangunan di Papua. "Pen­ingkatan ini lumayan walau tidak signifikan. Yang perlu di­garisbawahi, yang penting bisa berdaya guna untuk percepatan infrastruktur dan program pe­merintah," ujarnya. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Tak Pelihara Buzzer, Prabowo Layak Terus Didukung

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:14

Stasiun Cirebon Dipadati Penumpang Arus Balik Nataru

Jumat, 02 Januari 2026 | 04:00

SBY Pertimbangkan Langkah Hukum, Mega Tak Suka Main Belakang

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:34

Pilkada Lewat DPRD Cermin Ketakutan terhadap Suara Rakyat

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:26

Jika Mau Kejaksaan Sangat Gampang Ciduk Silfester

Jumat, 02 Januari 2026 | 03:01

Pilkada Lewat DPRD Sudah Pasti Ditolak

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:37

Resolusi 2026 Rismon Sianipar: Makzulkan Gibran Wapres Terburuk

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:13

Kata Golkar Soal Pertemuan Bahlil, Dasco, Zuhas dan Cak Imin

Jumat, 02 Januari 2026 | 02:10

Penumpang TransJakarta Minta Pelaku Pelecehan Seksual Ditindak Tegas

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:38

Bulgaria Resmi Gunakan Euro, Tinggalkan Lev

Jumat, 02 Januari 2026 | 01:21

Selengkapnya