Berita

Net

Nusantara

Bangga, TNI Berhasil Masuk Ranking 14 Dunia

JUMAT, 06 OKTOBER 2017 | 03:18 WIB | LAPORAN:

Di ulang tahun ke-72, TNI sudah semakin kuat. Buktinya, berdasarkan data Global Fire Power (GFP), ranking kekuatan militer Indonesia pada tahun ini berada di peringkat 14 dunia dengan power index 0,34. Peringkat ini jauh lebih baik jika dibandingkan lima tahun lalu yang berada di peringkat 22.

Peningkatan ini membuat anggota Komisi I DPR Sukamta bangga. Menurut politisi PKS ini, peringkat kekuatan ini menunjukkan bahwa secara kualitas kekuatan militer, baik sumber daya manusia maupun alat utama sistem senjata (alutsista), TNI semakin baik. Hanya saja, dia sedikit menyesalkan terjadinya sedikit penurunan. Sebab, pada 2015, kekuataan TNI sempat naik ke ranking 12 dunia.

Menurutnya, penurunan ini memperlihatkan bahwa Indonesia masih lambat dalam melakukan percepatan peningkatan kekuatan militernya.


"Ini juga bisa ditafsirkan sebagai meningkatnya potensi ancaman terhadap Indonesia," kata Sukamta di Jakarta, Kamis (6/10).

Karena itu, Sukamta meminta TNI terus berupaya meningkatkan kuantitas dan kualitas unsur-unsur pertahanan, mulai dari SDM, anggaran, hingga alutsista melalui program Minimum Essential Forces (MEF). Dia pun berjanji bahwa Komisi I akan terus mendorong agar anggaran untuk membeli dan memperbaharui alutsista TNI naik.

"Kami terus berusaha meningkatkan alutsista TNI baik secara kuantitas maupun kualitas. Kami berharap, melalui MEF, kebutuhan alutsista TNI tersebut dapat terpenuhi," ujarnya.

Dia juga meminta kepada seluruh jajaran TNI untuk terus meningkatkan kemampuan, integritas, kedisiplinan, serta kedekatannya dengan rakyat. Naiknya kekuatan TNI di level internasional harus menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas dan kuantitas para prajuritnya.

"Secara kemampuan, Indonesia memiliki sejumlah pasukan elite khusus di masing-masing matra. Ada Kopassus dan Raider di TNI AD, Paskhas dan Detasemen Bravo 90 di TNI AU, Kopaska, Yontaifib, dan Denjaka di TNI AL yang memiliki kemampuan di atas rata-rata tentara reguler. Daya survival dan tempur pasukan pasukan elite ini diakui kehebatannya oleh negara-negara lain. Ini harus jadi kebanggaan tersendiri, tapi jangan membuat kita terlena," jelas Sukamta.

Sukamta kemudian mengingatkan bahwa masih banyak anggota TNI yang indisipliner dan bertindak tidak sesuai dengan jiwa prajurit. Masalah-masalah indisipliner oknum anggota TNI ini mesti diselesaikan agar tidak terjadi lagi di kemudian hari.
"Para prajurit TNI perlu terus dipahamkan bahwa mereka lahir dari rahim rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat," terangnya.

Dengan terus meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan alutsista, tidak tertutup kemungkinan TNI akan masuk dalam lima besar kekuatan militer dunia.

"Kita harapkan, kekuatan pertahanan Indonesia semakin baik dan bisa masuk 10 bahkan lima besar kekuatan militer dunia pada masa yang akan datang," pungkas Sukamta. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya