Berita

Foto/Net

Nusantara

Tanpa Pengawasan, Senjata BNN Dikirim Masuk Ke Bengkulu

KAMIS, 05 OKTOBER 2017 | 08:45 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Puluhan pucuk senjata api beserta rompi anti peluru Badan Narkotika Nasional (BNN) masuk ke Bengkulu tanpa ada pengawalan khusus.

Kejadian ini diketahui saat 10 koli cargo pesawat Garuda Nomor 296 mendarat dan Xtray Bandara Fatmawati Bengkulu melakukan perekaman. Scan dari Xtray Bandara Fatmawati Bengkulu menunjukan 2 koli dari barang tersebut berisikan senjata api.

Pihak bandara langsung mengambil sikap dengan membuat laporan kepada pihak penegak hukum. Di antaranya kepada Polda Bengkulu, Korem 041 Garuda Emas, dan Lanal Bengkulu.


Dari hasil penyelidikan senjata api tersebut ditujukan kepada Adi Darmawanto di Bengkulu dengan alamat Jalan Glatik Atas 30 RT 10/09 Bengkulu, dengan data pengirim yakni BNN RI Jalan MT Haryono No 11 Cawang, Jakarta.

Namun, saat dikonfirmaai terhadap alamat  Adi Darmawanto, diperoleh hasil bahwa alamat tersebut atas nama Suratmin yang merupakan pensiunan BKKbN Provinsi Bengkulu. Setelah dilakukan koordinasi pemilik alamat yang ditujukan tidak mengetahui dan ada kaitannya terhadap puluhan senjata yang ditemukan di cargo bandara Fatmawati Bengkulu.

Berdasarkan hasil koordinasi selanjutnya, diketahui barang tersbut merupakan milik BNN Provinsi Bengkulu, setelah Nursaid anggota BNNP Bengkulu menunjukan dokumen kepemilikan pedistribusian senjata api dan amunisi yang ditujukan kepada kepala BNN.

Sebagaimana dikutip RMOLBengkulu, senjata api yang ditemukan berupa Senjata Api Saiga-12 CEXP-01 Kaliber 18,3 MM sebanyak 5 pucuk buatan Rusia, senjata api jenis CZ P-07 Sofgun kaliber 22 MM jumlah 21 buah, sarung pistol berjumlah 42 buah, rompi anti peluru 21 buah, sedangkan 5 karung lainnya belum dibongkar oleh aparat keamanan yang ikut mengamankan 10 koli cargo BNN yerawbut.

Pihak BNN mengakui jika pengiriman senjata api tersebut terjadi kesalahpahaman, dikarenakan anggota BNN yang melakukan pengamanan terhadap senjata api tersebut tidak dalam maskapai yang sama yakni Garuda, dimana senjata api dikirim. [ian]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya