Berita

Nusantara

PDIP Babel Anggap Enteng Pengunduran Diri Ribuan Kader di Pangkalpinang

KAMIS, 05 OKTOBER 2017 | 07:21 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pengunduran diri ribuan kader di Pangkalpinang ditanggapi santai DPD PDIP Bangka Belitung.

Ketua Bappilu DPD PDIP Babel, Didit Srigusjaya mengatakan bahwa putusan itu merupakan hak bagi setiap kader yang tidak bisa dilarang.

"Kami tidak bisa melarang, itu hak politik mereka. Artinya mereka punya hak politik apakah mengundurkan diri atau bertahan," kata seperti dikutip dari RMOLBabel, Rabu (4/10).


Namun demikian, Didit mewanti-wanti siapapun yang sudah menyatakan mundur tidak berhak lagi mengatasnamakan PDIP.

"Jika mereka mengundurkan diri tiba-tiba menggunakan atribut PDIP untuk tujuan tertentu, ya kami akan melakukan langkah hukum," katanya.

Berdasarkan mekanisme partai, kata Didit, pihaknya otomatis akan mencari pengurus baru untuk mengisi kekosongan.

"Alhamdulillah saat ini banyak masyarakat yang mau bergabung dangan PDIP. Bagi kami tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan," imbuh Didit.

Plt Ketua DPD PDIP Babel Rudianto Tjen menambahkan pengunduran diri ribuan  pengurus yang terdiri dari pengurus DPC Pangkalpinang, pengurus enam PAC, dan pengurus ranting di bawahnya, tidak berdampak signifikan dalam perjalanan PDIP Pangkalpinang ke depan.

DPD, katanya, sudah merespon sikap mereka yang mundur dari kepengurusan dengan alasan menolak kepemimpinan Abang Hertza selaku Ketua DPC PDIP Pangkalpinang karena dianggap telah memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadinya.

Salah satu point hasil rapat DPD yang dipimpin Ketua Badan Kehormatan menyepakati untuk melakukan pembenahan di tingkat DPC, PAC dan ranting dengan mempersiapkan kepengurusan yang baru.

"Ya kita akan siapkan PAC yang baru. Jadi masalah ini kami anggap sudah selesai," kata Rudianto. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya