Berita

Net

Nusantara

Jelang Musim Tanam, Pupuk Indonesia Prioritaskan Kebutuhan Dalam Negeri

KAMIS, 05 OKTOBER 2017 | 01:30 WIB | LAPORAN:

Memasuki musim tanam bulan Oktober ini, PT Pupuk Indonesia (Persero) memprioritaskan kebutuhan dalam negeri untuk mengamankan stok di sektor tanaman pangan.

Direktur Utama Pupuk Indonesia Aas Asikin Idat mengatakan, kendati permintaan ekspor urea Pupuk Indonesia cukup tinggi pihaknya mengutamakan pemenuhan kebutuhan nasional yang meningkat seiring dengan musim tanam dan musim penghujan di bulan Oktober.

Secara nasional, penyaluran pupuk ke sektor tanaman pangan, khususnya pupuk bersubsidi dalam memasuki masa tanam cukup baik. Stok saat ini juga cukup aman. Hingga 2 Oktober, total stok di lini III dan IV atau di gudang kabupaten dan kios sebesar 1.189.455 ton. Jumlah ini tiga kali lipat lebih dari ketentuan stok dan belum termasuk stok yang terdapat di gudang pabrik dan provinsi. Rincian stok nasional di Lini III dan IV terdiri dari 566.795 ton urea, 310.875 ton NPK, 135.500 ton SP36, 112.927 ton ZA dan 63.358 ton organik. Jumlah yang cukup hingga dua bulan ke depan.


Sedangkan untuk penyaluran, sampai akhir September, Pupuk Indonesia telah menyalurkan urea bersubsidi sejumlah 2.652.877 ton, NPK 1.734.810 ton, SP-36 sebesar 592.089 ton, ZA 673.401 ton, dan organik 432.944 ton.

"Untuk wilayah Jawa Barat, Pupuk Indonesia menyiapkan stok pupuk empat kali lipat melebihi dari alokasi yang ditentukan oleh pemerintah. stok pupuk ini dapat memenuhi kebutuhan petani untuk musim tanam," kata Aas kepada wartawan, Rabu (4/10).

Ditambahkannya, stok pupuk di gudang Lini III dan IV urea di Jawa Barat per 2 Oktober sebesar 91.485 ton, mencapai empat kali lipat dari ketentuan stok pemerintah yaitu 18.764 ton. Sementara, stok jenis lainnya yaitu NPK sebesar 32.164 ton, SP-36 sebesar 24.785 ton, ZA 9.389 ton, dan organik 10.069 ton.

Sedangkan untuk penyaluran di Jawa Barat, sampai dengan akhir September, Pupuk Indonesia telah menyalurkan urea bersubsidi sejumlah 348.100 ton, NPK 213.044 ton, SP-36 118.108 ton, ZA sebesar 47.322 ton, dan organik 25.266 ton. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya