Berita

Menaker M. Hanif Dhakiri/Dok

Di Hari Puisi Indonesia, Menaker Bacakan Puisi Karya Soekarno

RABU, 04 OKTOBER 2017 | 09:02 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri unjuk kebolehan berpuisi di acara Hari Puisi Indonesia Tahun 2017 di Graha Bhakti Kebudayaan Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Selasa (3/10) malam.

Bagi Menteri Menaker Hanif, puisi merupakan sebuah bagian yang tidak terpisahkan dari realita kehidupan manusia. Karena itu, Hanif mendukung agar proses berpuisi terus dikembangkan dan dilestarikan.

"Karena disana mengalir realita yang metaforik. Kemudian metafora yang realistik. Kemudian di sana ada etika dan juga estetika," kata Menaker.


Pada kesempatan tersebut, Menaker turut membacakan puisi "Berpedomanlah Pada Cita-cita" karya Ir. Soekarno.

Melalui puisi karya Soekarno ini, Menaker mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk optimis menghadapi tantangan-tantangan masa depan.

"Saatnya kita sebagai bangsa melihat ke depan, penuh optimisme, bekerja keras," ujarnya.

Berikut adalah sepenggal puisi karya presiden pertama Indonesia tersebut:

Berpedomanlah Pada Cita-cita
Ir. Soekarno

Ya, kita hidup dalam dunia yang penuh ketakutan
kehidupan manusia sekarang digerogoti
dan dijadikan pahit-getir oleh rasa ketakutan

Ketakutan akan hari depan
ketakutan akan bom hidrogen
ketakutan akan ideologi-ideologi

Mungkin rasa takut itu
pada hakekatnya merupakan bahaya yang
lebih besar daripada bahaya itu sendiri

Sebab rasa takutlah yang
mendorong orang berbuat tolol
berbuat tanpa berpikir
berbuat hal yang membahayakan

Dalam permusyawaratan Tuan-tuan
saya minta, jangan kiranya Tuan-tuan
terpengaruh oleh ketakutan itu

Sebab ketakutan adalah zat asam
yang mencapkan perbuatan manusia
menjadi pola yang aneh-aneh

Berpedomanlah pada harapan
dan ketetapan hati
berpedomanlah pada cita-cita
berpedomanlah pada impian dan angan-angan
. [wid]


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya