Berita

Net

Nusantara

Akuntabilitas Keuangan Pemerintah Semakin Baik

RABU, 04 OKTOBER 2017 | 03:30 WIB | LAPORAN:

Pusat Kajian Keuangan Negara (Pusaka Negara) mengapresiasi kinerja keuangan pemerintah sebagaimana tercermin dalam Ikhtisar Hasil Pemeriksaan Semester I-2017 yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Direktur Eksekutif Pusat Kajian Keuangan Negara Prasetyo mengatakan, perkembangan jumlah temuan pemeriksaan BPK pada pemerintah pusat tahun 2017 berkurang dari 1.677 menjadi 1.411 temuan.

"Temuan di pemerintah pusat turun sebesar 16 persen dari temuan pemeriksaan tahun lalu," katanya dalam keterangan pers, Rabu (4/10).


Sementara itu, temuan pemeriksaan di pemerintah daerah juga mengalami penurunan dari 8.140 temuan menjadi 7.950 atau turun 2 dari tahun 2016. Sedangkan jumlah temuan pada BUMN dan Badan lainnya juga mengalami penurunan sebesar 3 persen dari jumlah temuan tahun sebelumnya. Secara umum, total jumlah temuan BPK RI terhadap seluruh entitas pada tahun 2017 turun 5 persen dari total temuan tahun 2016.

Analisis Divisi Riset Pusaka Negara, menurunnya jumlah temuan pemeriksaan BPK tahun 2017 sebesar 5 persen mengindikasikan semakin membaiknya akuntabilitas tata kelola keuangan entitas. Namun di sisi lain, penurunan jumlah temuan juga dipengaruhi oleh berkurangnya jumlah LHP yang dilaksanakan oleh BPK.

Contoh, total LHP tahun 2017 berjumlah 687 berkurang sembilan LHP dari 2016 yang berjumlah 696 LHP. Dari jumlah itu, komposisi LHP pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) menurun dari 48 LHP tahun 2016 berkurang menjadi 33 LHP di tahun 2017.

"Kami merekomendasikan agar BPK ke depan perlu meningkatkan komposisi pemeriksaan kinerja untuk melihat sejauhmana output dan outcome pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan pemerintah. Tentu hal ini berhubungan dengan komposisi jumlah SDM auditor BPK dan anggaran yang dialokasikan untuk lembaga auditif ini. tentu dengan semakin banyaknya SDM auditor dan ditambah dengan anggaran yang memadai maka akan menjadi daya dukung kualitas dan kuantitas audit BPK," jelas Prasetyo. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya