Berita

RMOL

Nusantara

UGM Dirikan Posko Pengungsian Ternak Korban Bencana

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 05:51 WIB | LAPORAN:

Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) terlibat dalam pendirian posko pengungsian ternak milik korban bencana erupsi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali.

"Keselamatan ternak menjadi bagian tak terpisahkan dari keselamatan manusianya. Karena itu, Fapet UGM terpanggil untuk berperan melalui posko bersama," ujar Dekan Fapet UGM Prof. Ali Agus dalam siaran persnya, Selasa (3/10).

Menurutnya, bencana alam adalah hal yang tidak pernah diharapkan. Namun, jika masyarakat dihadapkan pada fenomena tersebut maka perlu upaya agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Apalagi, Gunung Agung dalam beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan aktivitas dan sudah sampai status Awas.


Pemerintah menetapkan daerah di bawah radius kurang dari 12 kilometer sebagai kawasan rawan bencana (KRB) satu dan dua untuk dikosongkan. Dan diperkirakan sekitar 70 ribu penduduk akan berpindah ke tempat pengungsian.

Fapet UGM mendirikan posko penyelamatan ternak bersama lembaga lain seperti ISPI, FPPTI, AINI, Gapuspindo, dan Persepsi.

Wakil Dekan Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat, dan Kerjasama Fapet UGM Bambang Suwignyo menambahkan, para pengungsi adalah peternak yang rela mengambil resiko masuk kawasan rawan bencana untuk tetap memantau dan memberi pakan ternak-ternaknya.

"Namun di sisi lain, ada saja oknum yang memanfaatkan kesempatan membeli ternak penduduk dengan harga murah, hingga separuh harga normal," paparnya.

Oleh karena itu, selain posko pengungsian manusia juga diperlukan posko pengungsian ternak. Posko sendiri didirikan di Desa Ngis, Kecamatan Manggis, Karangasem.

"Bahwa saat ini ada 40 titik lokasi ternak disiapkan. Sebanyak tiga ribu ekor sapi sudah dievakuasi dari 20 ribu ekor yang ada. Sedangkan jumlah pengungsi sudah mencapai 144 ribu orang dari perkiraan hanya 70 ribu," papar Bambang.

Lanjut Bambang, posko bersama selain bersiap dengan stok pakan konsentrat juga menawarkan program edukasi pengurangan resiko bencana bagi para peternak.

"Kami usulkan program membuat pakan fermentasi dengan melibatkan para pengungsi. Pakan fermentasi dapat disimpan dalam waktu lama dengan tidak rusak, sehingga dapat untuk antisipasi stok andai erupsi berlangsung lama," ujarnya. [wah]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya