Berita

Net

Nusantara

Komisi IV Dukung Rencana Pembangunan Pabrik Gula Terbesar

SELASA, 03 OKTOBER 2017 | 04:59 WIB | LAPORAN:

Komisi IV DPR RI mengapresiasi rencana pemerintah membangun pabrik gula terbesar di Indonesia, tepatnya di Bombana, Sulawesi Tenggara.
Anggota Komisi IV Andi Akmal Pasluddin mengaku sangat berharap pada realisasi rencana itu dan bukan sekadar isapan jempol semata.

Pasalnya, pengalaman pemerintah memiliki rencana membangun pabrik gula terbesar selalu kandas di tengah jalan. Pabrik gula yang bernama Glenmore tepatnya di daerah Banyuwangi memulai pembangunan sejak Desember 2012 dan ditargetkan selesai Juni 2015. Namun hingga kini tidak berproduksi.

Dia mengingatkan pemerintah bahwa pembangunan pabrik gula dengan skala besar, biasanya memerlukan waktu dua periode pemerintahan. Indonesia sangat memerlukan pabrik gula dengan kapasitas produksi 8 ribu ton per hari. Dengan kapasitas tersebut apabila masa giling 150 hari per tahun maka diperlukan tebu sebanyak 900 ribu ton hingga 1,2 juta ton atau sebanding dengan luas tanam 9 ribu hektare hingga 10 ribu hektare. Perencanaan harus matang mulai dari infrastruktur pembangunan pabrik hingga lahan tebu sebagai penyuplai bahan baku dalam menghadapi masa giling.

Dia mengingatkan pemerintah bahwa pembangunan pabrik gula dengan skala besar, biasanya memerlukan waktu dua periode pemerintahan. Indonesia sangat memerlukan pabrik gula dengan kapasitas produksi 8 ribu ton per hari. Dengan kapasitas tersebut apabila masa giling 150 hari per tahun maka diperlukan tebu sebanyak 900 ribu ton hingga 1,2 juta ton atau sebanding dengan luas tanam 9 ribu hektare hingga 10 ribu hektare. Perencanaan harus matang mulai dari infrastruktur pembangunan pabrik hingga lahan tebu sebagai penyuplai bahan baku dalam menghadapi masa giling.

"Pembangunan pabrik baru saat ini memang sangat mendesak. Akhir-akhir ini gula petani buruk kemungkinan besar sangat dipengaruhi kualitas pabrik zaman Belanda. Selain itu, kapasitas pabrik gula kebanyakan tidak besar. Yang terlihat sangat efisien pabrik gula saat ini  ada pada pabrik gula Kebon Agung di Jawa Timur," jelas Akmal kepada redaksi, Selasa (3/10).

Akmal yang juga anggota Badan Anggaran DPR berharap bahwa pembangunan pabrik gula baru yang direncanakan pemerintah berkapasitas besar sehingga masalah efisiensi mulai dari rendemen hingga mempengaruhi biaya produksi gula dapat diatasi. Saat ini rendemen terbaik hanya berkisar 8 persen. Bahkan di daerah Jawa Barat rendemen tebu menjadi gula kurang dari 7 persen.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menambahkan, kebutuhan membangun pabrik gula yang baik akan menghabiskan dana sekitar Rp 1,5 triliun hingga Rp 1,9 triliun. Apabila menteri pertanian dapat meyakinkan investor untuk berinvestasi ke pabrik gula hingga Rp 4 triliun akan sangat baik pada kelancaran eksekusi rencana pembangunan pabrik terbesar di Indonesia Timur.

"Saya Berharap ucapan menteri pertanian benar dan dapat merealisasikan pembangunan pabrik gula terbesar di Indonesia. Karena tidak mudah menjaga kesinambungan antara program pemerintah satu periode dengan periode selanjutnya. Salah satu penyebab kegagalan pabrik gula Glenmore adalah ketika pergantian kepemimpinan nasional, pembangunan pabrik gula belum selesai," imbuh Akmal. [wah] 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Buyback Emas Antam Meroket Rp55.000, Satu Gram Dibanderol Rp2,45 Juta

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Merosot Imbas Keputusan Trump

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:56

IHSG Terbang 1,6 Persen Menuju 6.000, Rupiah Ikut Menguat

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:44

PKS: Koalisi Prabowo Akan Tetap Konstruktif Jaga Persatuan Bangsa

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:40

Pengusaha Heri Black Dicecar KPK soal Kontainer Berisi Sparepart di Pelabuhan Tanjung Emas

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:29

10 Kader Ramaikan Bursa Caketum PB SEMMI di Kongres IX Banten

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:17

Berkas Lengkap, Mantan Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang

Jumat, 12 Juni 2026 | 09:08

Korea Pimpin Reli Bursa Asia

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:54

Galeri 24 Dorong Literasi Investasi Emas Masyarakat di Jakarta Fair 2026

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:47

Manfaatkan Program Nikah Massal dan One Stop Nikah Solution dari Kemenag, Daftar Sekarang!

Jumat, 12 Juni 2026 | 08:43

Selengkapnya