Berita

Pasar Kopi Cukup Besar, Kemnaker Latih Barista Untuk Serap Tenaga Kerja

SENIN, 02 OKTOBER 2017 | 08:51 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Kopi merupakan kearifan lokal yang dimiliki negara ini. Kopi dengan mudah kita temukan di warung biasa di desa sampai kafe di pusat perbelajaan kota. 'Dunia terasa hambar kalau belum meneguk segelas Kopi', mengutip para penggemar Kopi. 

Menjawab tantangan pasar tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja mengadakan pelatihan yang khusus terkait profesi di bidang kopi ini atau lebih di kenal dengan 'Barista'.

Pelatihan untuk para penggiat kopi ini, dipusatkan di Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Lembang, Jawa Barat, akhir September kemarin.


Kepala Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan, Nana Mulyana menjelaskan, pelatihan Barista menjadi pilihan pelatihan, karena profesi ini masih sangat dibutuhkaan. Seiring mewabahnya kafe dan kedai kopi di Indonesia.

“Mewabahnya kafe memberi peluang kerja bagi Barista. Sebuah profesi baru yang cukup menjanjikan," katanya.

Tak hanya itu, lanjutnya, dengan munculnya barista-barista baru memungkikan mereka membuka kafe atau kedai kopi baru. Ini, diharapkan akan memberi efek baik bagi terserapnya pasar kerja baru. Setidaknya, jika satu barista mendirikan kafe, maka akan menarik dua pekerja baru untuk mengelolanya.

Menurut Nana, tahun ini, Balai Besar Pengembangan Pasar Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja membuka 30  angkatan pelatihan barista. Tiap angkatan terdiri 20 peserta. Secara keseluruhan tahun ini terdapat 600 peserta yang berasal dari hampir seluruh daerah di Indonesia.

"Sampai September ini, sudah terlaksana 15 angkatan pelatihan. Sebelumnya, tahun lalu, program ini telah diujicobakan dengan melibatkan 100 peserta," katanya.

Pelatihan selama empat hari ini menghadirkan instruktur yang berasal dari Barista profesional, seperti beberapa Barista dari East Indische Koffie Jakarta. Materi pelatihan 70 persen diantaranya adalah praktik.  

Nana menambahkan, saat ini pihaknya juga tengah menyiapkan pelatihan untuk para roaster kopi dan owner kafe atau kedai kopi. Roaster dilatih cara memanggang biji kopi yang berkualitas, sedangkan para pemilik kafe dilatih manajemen bisnis yang baik.

Salah satu instruktur pelatihan, Vickto Betaliano menjelaskan, materi pelatihan terdiri dari coffee knowledhe, cupping, manual brew, espresso based, cappuccino serta latte art.

“Meski hanya dalam waktu empat hari, karena materi pelatihan dominan praktik, maka setelah ikut pelatihan, 90 persen peserta bisa menjadi Barista. Selanjutnya tinggal memperkaya jam terbang. Tiap pelatihan selalu ditutup dengan lomba meracik dan menyajikan kopi yang diikuti oleh seluruh peserta,” tambah Vickto.

Agus Surono, salah satu peserta dari Klaten mengaku, pelatihan ini makin menguatkan kepercayaan dirinya untuk membuka kedai kopi.

“Setelah menguasai teknik dasar meracik kopi, sekarang saya berani membuka kedai kopi,” akunya.

Peserta asal Semarang, Adiansyah Harjunantio, mengatakan, selain mendapatkan modul dan praktik, pelatihan ini membekali Barista tentang bagaimana cara mengedukasi masyarakat tentang sejarah, manfaat dan citarasa kopi nusantara. [wid] 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya