Berita

Djaali/Net

Nusantara

Djaali: Pemberhentian Saya Dari Jabatan Rektor UNJ Penuh Kejanggalan

SABTU, 30 SEPTEMBER 2017 | 16:55 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pemberhentian sementara Prof. Djaali dari Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Prof. M. Nasir menyusul dugaan sejumlah penyelewenangan program akademik termasuk kasus plagiarisme di tingkat doktoral, dinilai penuh dengan kejanggalan.

Penilaian itu disampaikan oleh Djaali sendiri sebagai pihak yang merasa dirugikan. Menurutnya, tudingan ada plagiarisme yang ditujukan pada lembaga yang dipimpinnya sama sekali tidak terbukti.

"Begitu ada dugaan plagiarisme di UNJ, kami langsung membentuk tim counter part. Tim ini bertugas memeriksa naskah asli disertasi yang dituding hasil plagiat. Hasilnya, tim ini sama sekali tidak menemukan ada plagiarisme," kata dia dalam keterangan tertulis di Jakarta Sabtu, (30/9).


Temuan tim ini berbeda dengam tim Evaluasi Kinerja Akademik (EKA) Kemenristekdikti. Menurut Djaali, perbedaan temuan ada dan tidak adanya plagiarisme karena tim EKA memeriksa naskah disertasi dalam bentuk soft file yang belum final melalui proses tim penguji disertasi.

"Tim UNJ memeriksa dugaan plagiarisme langsung dari naskah disertasi yang sudah diuji. Sedangkan tim EKA memeriksa draft naskah disertasi dalam bentuk soft file," jelasnya.

Untuk diketahui tim counterpart UNJ dibentuk oleh Rektor atas surat dari Dirjen Kelembagaan Kemenristekdikti.

Karena ada perbedaan penilaian tersebut kemudian dibentuk tim independen. Tim ini merupakan bentukan Kemenristekdikti. "Hasil pemeriksaan tim independen belum ada, tapi saya sudah diberhentikan," ujar Djaali.

Ditambahkannya, pihak yang sangat terkait seperti Doktor lulusan UNJ yang diduga melakukam plagiarisme juga tidak pernah dimintai keterangan.

Atas pemberhentian yang janggal tersebut, pihaknya memilih menempuh jalur hukum agar masalah yang melilit institusinya menjadi terang benderang.

"Tanggal 28 September kemarin saya sudah daftarkan gugatan PTUN atas pemberhentian saya sebagai Rektor UNJ," tegas Djaali.

Selain menggugat melalui PTUN, dia juga melaporkan pihak yang dinilai telah menyebar fitnah dan membunuh karakter dirinya.

"Selain institusi saya dituding melakukan plagiarisme, secara pribadi saya juga difitnah melakukan nepotisme di kampus karena anak saya juga mengajar di UNJ. Padahal, anak saya menjadi dosen di UNJ jauh sebelum saya menjabat menjadi Rektor," papar Djaali.

Sebaliknya, lanjut Djaali, dia menuding ada pihak yang memang tidak suka dengan kepemimpinannya di UNJ karena sejumlah keberhasilan yang telah diraihnya.

"Pada pimpinan UNJ periode 2014-2018 peringkat nasional UNJ naik dari urutan 60 pada tahun 2015, menjadi peringkat 26 pada tahun 2017. Penghasilan UNJ juga mengalami peningkatan dari Rp 227 miliar pada tahun 2014 menjadi Rp 425 miliar pada tahun 2016. Mungkin ada yang tidak senang dengan keberhasilan yang saya raih, kemudian menyebar fitnah keji," tukasnya. [rus]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Bea Cukai Sita 1.435 Bale Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp11,4 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:26

Bea Cukai Gagalkan 30 Kontainer Berisi Beras-Garam hingga Balpres, Nilainya Rp27,3 Miliar

Selasa, 22 September 2026 | 12:14

Lulus Kuliah, Sarjana SGU Ditantang Adaptif Hadapi Perubahan

Selasa, 22 September 2026 | 12:03

KPK Bakal Dalami Keterlibatan Dua Dirjen ATR/BPN yang Belum Jadi Tersangka

Selasa, 22 September 2026 | 11:55

Keselamatan Warga Harus Diprioritaskan di Tengah Banjir Bandang Solok

Selasa, 22 September 2026 | 11:51

Menlu Sugiono Serukan Langkah Nyata Group Eight Hentikan Krisis Gaza

Selasa, 22 September 2026 | 11:49

Harga Bitcoin Melonjak 6,66 Persen ke 86.614 Dolar AS

Selasa, 22 September 2026 | 11:47

Parpol Nonparlemen Bakal Kesulitan Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Selasa, 22 September 2026 | 11:37

NPCT1 Pastikan Tidak Ada Korban Pasca-Kebakaran Kontainer

Selasa, 22 September 2026 | 11:32

Sjafrie Apresiasi Jepang, dari Kemitraan Pertahanan hingga Bantuan Chinook

Selasa, 22 September 2026 | 11:05

Selengkapnya