Berita

Trump/Net

Global

Survei: Mayoritas Warga AS Malu Punya Presiden Trump

KAMIS, 28 SEPTEMBER 2017 | 17:47 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Mayoritas pemilih Amerika Serikat percaya bahwa Donald Trump tidak cocok untuk menjadi Presiden Amerika Serikat.

Hal itu terungkap dalam sebuah jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Quinnipiac dan dirilis pada Rabu (27/9).

Dalam jajak pendapat tersebut terungkap bahwa sebanyak 51 persen warga Amerika Serikat yang memiliki hak pilih dan dihubungi sebagai responden mengatakan bahwa mereka merasa malu karena memiliki Trump sebagai presiden.


59 persen responden mengatakan bahwa Trump bukanlah orang yang jujur, 60 persen mengatakan bahwa dia tidak memiliki keterampilan kepemimpinan yang baik dan 61 persen mengatakan bahwa dia tidak mencerminkan nilai-nilai Amerika.

Mayoritas pemilih juga menyarankan Trump untuk menghentikan tweet tentang setiap masalah.

Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan bahwa orang Amerika terbelah sepanjang jalur rasial di Trump. 94 persen pemilih kulit hitam mengatakan bahwa presiden Partai Republik tidak layak untuk menjabat, 60 persen pemilih Hispanik mengatakan hal yang sama, sementara 50 persen pemilih kulit putih mengatakan bahwa dia pantas untuk peran tersebut.

62 persen pemilih tidak menyetujui cara Trump menangani hubungan ras, dan 60 persen mengatakan bahwa presiden yang kontroversial tersebut berbuat lebih banyak untuk memecah negara daripada mempersatukannya.

Jajak pendapat tersebut juga mengungkapkan perpecahan di kalangan pria dan wanita. Pria terbagi 49 persen menjadi 49 persen, sementara 63 persen wanita mengatakan Trump tidak cocok.

Jajak pendapat tersebut dilakukan dari tanggal 21 sampai 26 September dengan metode wawancara melalui sambungan telepon dimana 1.412 pemilih berpartisipasi secara nasional. Demikian seperti dimuat Press TV. [mel]

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya