. Pasangan petahana Rahmat Effendi dan Ahmad Syaikhu masih diinginkan mayoritas warga pada Pilkada Kota Bekasi 2018.
Survei terbaru yang dilakukan Media Survei Nasional (Median), Rahmat dan Syaikhu memiliki elektabilitas teratas mengungguli kandidat lain.
Direktur Median, Rico Marbun menjelaskan ketika ditanyakan kepada responden terkait siapakah yang akan dipilih sebagai Walikota Bekasi jika Pilkada dilakukan hari ini, ternyata sebanyak 27,3 persen memilih Rahmat dan 23,3 persen memilih Syaikhu.
Dua tokoh itu disusul, Lucky Hakim (10,4 persen); Anggarawira (8,7 persen); Syumyati Muchtar (3,4 persen); H. Solihin (2,1 persen); Siti Aisyah (1,9 persen); Anim Imaddudin (1,1 persen); Sutriyono (1,0 persen); Heri Kuswara (0,9 persen); dan Nursupriyanto (0,5 persen).
"Yang belum menentukan pilihan sebanyak 19,6 persen," kata Rico dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (28/9).
Elektabilitas Rahmat dan Syaikhu yang berada di atas kandidat lain mengindikasikan kedua tokoh ini masih diharapkan kebanyakan warga untuk memimpin Kota Bekasi. Hal itu terbukti, berdasarkan pertanyaan yang diajukan kepada responden, terkait siapakah pasangan yang paling layak memimpin Kota Bekasi.
"Dalam survei kami tanyakan, siapakah pasangan tokoh yang dianggap paling layak memimpin Kota Bekasi? Sebanyak 42,8 persen memilih pasangan Rahmat Effendi-Ahmad Syaikhu, sedangkan Pasangan Ahmad Syaikhu-Rahmat Effendi dipilih sebesar 12,8 persen, Lucky Hakim-Sumiyati Muchtar 8,8 persen, Anggawira-Heri Koswara 7,9 persen, dan Ahmad Syaikhu-Anim Imammudin 4,3 persen," ujar Rico.
Menurutnya, masih tingginya elektabilitas pasangan Rahmat-Syaikhu itu tidak terlepas dari tingginya tingkat kepuasan warga Kota Bekasi terhadap kinerja petahana.
"Berdasarkan survei, tingkat kepuasan terhadap kinerja Rahmat Effendi selaku Walikota sebesar 51,8 persen, sedangkan kepuasan publik terhadap kinerja Ahmad Syaikhu selaku Wakil Walikota sebesar 50,8 persen," ungkap Rico.
Survei ini dilakukan pada 12 hingga 18 September 2017 dengan mengambil sampel sebanyak 400 warga Kota Bekasi yang telah memiliki hak pilih, melalui teknik multistage random sampling. Survei memiliki margin of error sebesar 5 perseb pada tingkat kepercayaan 95 persen, dan quality control 20 persen dari sampel yang ada.
[rus]