Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Bob Hasan: Wiranto Bikin Gaduh dan Blunder

RABU, 27 SEPTEMBER 2017 | 05:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Bagaimanapun juga banyak pihak yang menilai isi dari pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo tentang rencana pembelian 5.000 pucuk senjata api ilegal oleh institusi non-militer dengan mencatut nama Presiden Jokowi Widodo adalah benar adanya.

Sayangnya, Menkopolhukam Wiranto malah membuat blunder dan kegaduhan baru.

Ketua Umum Advokasi Rakyat Untuk Nusantara (ARUN), Bob Hasan, membuat pepatah sendiri untuk menggambarkan situasi yang sedang terjadi ini.


“Tiang satu yang dibunyikan, tetapi tiang lain yang berbunyi,” ujarnya dalam keterangan pada redaksi.

Menurut Bob, informasi yang disampaikan Panglima TNI tentang penyelundupan dan pemasukan senjata tempur atau serbu bahkan dapat menghancurkan kendaraan perang seperti tank atau yang lainnya merupakan konsumsi internal TNI.

Wiranto yang hadir ketika Gatot Nurmantyo menyampaikan sinyalemen itu di Mabes TNI di Cilangkap, Jumat pekan lalu (22/9) seharusnya tidak perlu panik. Langkah bijaksana seharusnya diambil  Wiranto dengan mengajak Panglima TNI bicara untuk memperjelas informasi tersebut.

Menurut Bob, klarifikasi yang dilakukan Wiranto blunder dan tidak menyelesaikan polemik yang ada.

“Akhirnya yang terjadi adalah benar-benar mis-komunikasi, sehingga ada kesimpulan bahwa senjata itu bukan jumlahnya 5.000 senjata tetapi itu yang 500 an senjata yang dipesan oleh BIN dan juga pada saat yang sama Kapolri menyatakan ada pemesanan ke Pindad untuk keperluan pengamanan Polisi,” kata Bob lagi sambil menambahkan Panglima TNI akhirnya menjadi korban bully.

"Artinya Info  yang disampaikan Panglima TNI bukan senjata yang 500 itu tetapi yang lainnya, Menhan juga jelas menyampaikan dokumen atas pembelian senjata yang dimaksud dan Info A1 yang dimaksud oleh Panglima TNI berbeda dengan apa yang disampaikan Menkopolhukam, Kapolri dan BIN" tambah Bob

Bob juga menyesalkan pernyataan Ketua Setara Institute, Hendardi, yang menyatakan cara Gatot Nurmantyo memimpin TNI adalah yang terburuk sepanjang era reformasi. Menurutnya itu adalah upaya membunuh karakter Gatot.

Bob mengingatkan semua pihak bahwa masyarakat sudah cerdas melihat persoalan seperti ini. Masyarakat juga senang dan bangsa ini akan diuntungkan kalau ada politikus yang bermoral hadir untuk rakyat. [dem]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Sita Aset Rp22 Miliar Milik Anwar Sadad, Mulai Rumah hingga SPBE

Rabu, 22 Juli 2026 | 20:42

UPDATE

OIKN Siapkan Rangkaian Prosesi Penghormatan dan Pemakaman Troy Pantouw

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:25

Tugu Koperasi Tasikmalaya Direvitalisasi Jadi Cagar Budaya Nasional

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:18

BMKG Minta Masyarakat Waspadai Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:11

Lesley Simpson Racik Drama Psikologis Bunga di Tepi Jurang

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:05

Indonesia Harus Terdepan Gerakkan Dunia Internasional Selamatkan Gaza

Minggu, 26 Juli 2026 | 14:00

SMRC Catat Kepuasan Publik terhadap Prabowo Turun 30 Persen

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:58

Mantri BRI Jangkau Masyarakat Pegunungan Toraja Utara Hadirkan Layanan Perbankan

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:28

Sudaryono Jangan Sesatkan Publik soal Mitos Telur Penyebab Bisul

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:19

KPK Usut Dugaan Suap ke Pejabat Pemkot Bengkulu

Minggu, 26 Juli 2026 | 13:12

Kemenkes Perluas Skrining HIV, Putus Rantai Penularan di Masyarakat

Minggu, 26 Juli 2026 | 12:42

Selengkapnya