Berita

Gusnan Mulyadi/Net

Nusantara

Wabup: Pembangunan Pabrik Jagung Di Bengkulu Selatan Harus Terealisasi

RABU, 27 SEPTEMBER 2017 | 05:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pemerintah pusat telah berkomitmen akan membangun industri pengolahan jagung di Bengkulu jika target swasembada jagung di Bengkulu Selatan terpenuhi.

Untuk itu, Wakil Bupati (Wabup) Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi menyerukan kepada warga untuk bisa merealisasikan target swasembada jagung tersebut.

"Pemerintah pusat sudah mempunyai anggaran Rp 100 miliar untuk membangun pabrik ini. Untuk itu, program swasembada jagung perlu direalisasikan, sebab tiket untuk membangun pabrik dilihat dari intensitas dan kualitas produksi yang dihasilkan petani," tegasnya seperti dikutip RMOLBengkulu, Selasa (26/9).


Pemerintah pusat ingin membangun industri pengolahan jagung lantaran Kabupaten Bengkulu Selatan memiliki banyak potensi dalam sektor pertanian. Pembangunan pabrik diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis ekonomi kerakyatan yang sejalan dengan program Nawacita Jokowi-JK.

"Peluang itu harus diapresiasi dengan cara menjadikan petani mandiri. Sehingga agenda pembangunan itu benar-benar terwujud agar perekonomian daerah ini kian berkembang," ujarnya.

Untuk menunjang pembangunan industri pengolahan jagung itu, maka pemerintah daerah perlu bersinergi dengan berbagai pihak, di antaranya petani, koperasi dan swasta.

Pemerintah pusat, melalui Kementerian Pertanian RI memberi kuota penanaman 10.000 hektare lahan jagung di Bengkulu Selatan melalui pemanfaatan lahan kosong dan integrasi lahan. Komoditi jagung dikembangkan sebagai salah satu upaya mewujudkan kemandirian pangan nasional.

"Kami akan terus memberikan motivasi kepada para petani agar dapat meningkatkan mutu dan kualitas jagung yang dihasilkan," katanya.

Berdasarkan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS) Bengkulu Selatan tahun 2016, produksi jagung di Bengkulu Selatan mencapai 17 ribu ton per tahun dengan luas lahan penanaman 3,3 ribu hektare. Sementara di tahun 2018 pemerintah menargetkan penanaman di lahan seluas 10 ribu hektare dengan target produksi mencapai 300 ribu ton jagung per tahun.

"Dengan adanya pabrik itu nantinya, maka dapat memberikan nilai tambah bagi jagung. Bengkulu Selatan tidak hanya menghasilkan jagung tongkol, melainkan produk olahan jagung lainnya," tegas Gusnan. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

UPDATE

Konsep Pasar Modern Tak Harus Identik Bangunan Mewah

Selasa, 07 April 2026 | 04:15

Jangan cuma Israel, Preman Kampung di Purwakarta Juga Wajib Dikutuk

Selasa, 07 April 2026 | 04:04

Tukang Ojek Ditembak Penumpang, Motor Dibawa Kabur

Selasa, 07 April 2026 | 03:38

Subsidi BBM Bocor Rp7 Triliun Gegara Kemacetan Jakarta

Selasa, 07 April 2026 | 03:15

KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, Penumpang Dievakuasi 10 Bus

Selasa, 07 April 2026 | 03:00

Fahira Sodorkan Lima Strategi Pasar Tradisional Jadi Fondasi Jakarta Kota Global

Selasa, 07 April 2026 | 02:25

Waspada Politik Gunting dalam Lipatan di Lingkaran Istana

Selasa, 07 April 2026 | 02:11

Muslim Iran, Berjuanglah untuk Islam

Selasa, 07 April 2026 | 02:07

Viral Mobil Dinas di Kawasan Puncak, Pemprov DKI Minta Maaf

Selasa, 07 April 2026 | 01:36

Seruan Pemakzulan Prabowo Muncul dari Ketakutan Operasi Besar Berantas Korupsi

Selasa, 07 April 2026 | 01:12

Selengkapnya