Berita

Korea Utara/net

Dunia

Jika Perang Nuklir Terjadi, Korea Utara Pastikan AS Akan Hancur Total

SELASA, 26 SEPTEMBER 2017 | 21:02 WIB | LAPORAN:

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump telah menghina pimpinan tertinggi Democratic People's Republik of Korea (DPRK) dan juga rakyat Korea Utara di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang sejatinya merupakan tempat untuk mewujudkan keadilan Internasional.

Pemimpin Tertinggi Rakyat Korea Kamerad Kim Jong Un menyatakan bahwa Presiden Trump harus membayar mahal atas pernyataannya itu.

Komite Solidaritas Korea dengan Rakyat Dunia dan Persahabatan Antar Masyarakat Asia Pasifik menegaskan bahwa AS adalah negara pertama yang mengembangkan nuklir di dunia. Masyarakat dunia juga sudah melihat dengan senjata nuklir tersebut AS membunuh ratusan ribu warga sipil tak berdosa.


"AS juga merupakan satu-satunya negara yang secara terbuka mengancam negara kita dengan mengatakan akan menyerang dengan menggunakan bom Atom yang pernah digunakan selama Perang Korea di tahun 1950-an dan akan menjadi negara yang membawa senjata nuklir ke semenanjung Korea setelah Perang Korea," begitu bunyi keterangan tertulis yang dikirim Komite Solidaritas Korea dengan Rakyat Dunia dan Persahabatan Antar Masyarakat Asia Pasifik kepada redaksi, Selasa (26/9).

Ancaman akan dilakukannya penghancuran total terhadap Korea Utara tersebut bahkan dikeluarkan oleh presiden Trump hampir setiap hari.   

"Atas nama keadilan dunia dan umat manusia, tirani nuklir yang dilancarkan oleh AS hanya bisa dilawan dengan pedang "nuklir" keadilan," tulis Komite tersebut.

Adapun pernyataan Presiden Trump yang menyatakan bahwa akan terjadi perang nuklir di Semenanjung Korea mendapat kecaman keras dari Komite Perdamaian Nasional Korea (KNPC), Dewan Konsultatif untuk Rekonsiliasi Nasional (CCNR), Komite Perdamaian Asia Pasifik (KAPPC) dan Organisasi Sosial lainnya.

Menurut mereka pernyataan Presiden asal Partai Republik AS itu sungguh memalukan. Jika Trump dan AS terus mengeluarkan pernyataan yang memicu terjadinya perang nuklir maka kehancuran total itu justru akan dialami AS dan keadian di muka bumi akan tercipta karena sudah menghilangkan negara AS sebagai penyebab utama perang nuklir di dunia ini.

Komite Korea untuk Solidaritas Afro-Asia (KCAAS) percaya masyarakat Internasional yang menjunjung tinggi kemerdekaan, perdamaian dan keadilan akan sepenuhnya melawan pemerintahan Trump yang berambisi membuat dunia menghadapi bencana nuklir yang mengerikan.[san]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya