Berita

Bisnis

Jasa Marga Tidak Siap Terapkan Sistem E-Money Di Gerbang Tol

SELASA, 26 SEPTEMBER 2017 | 20:50 WIB | LAPORAN:

PT Jasa Marga Tbk (JSMR) terkesan belum siap menerapkan sistem transaksi non tunai dengan e-money di jalan tol. Pasalnya, hingga saat ini perusahaan pengelolaan jalan tol tersebut belum menyediakan fasilitas pengisian ulang.

Anggota Komisi V DPR  Rendy M. Affandy Lamadjido menilai kurangnya fasilitas tersebut bakal membuat masalah baru. Disatu sisi PT JSMR memberlakukan pembayaran elektronik secara serentak per tanggal 31 Oktober 2017 mendatang. Sementara fasilitas penunjang rencana tersebut belum sepenuhnya terealisasi.

Akibatnya, Sambung Affandy, pengguna tol  yang sudah memiliki kartu e-money namun saldonya tidak mencukupi ataupun lupa mengisi ulang, tidak bisa melewati pintu tol. Hal ini juga bakal menimbulkan terhambatnya arus lalu lintas kenderaan di gerbang tol.


"Kalau pun ada lokasi pengisian ulang hanya di titik atau ruas tertentu saja. Ini tentunya menyulitkan  bagi penggendara. Seharusnya fasilitas isi ulang e-money sudah tersedia," kata politisi PDI Perjuangan ini di gedung DPR, Jakarta, Selasa (26/9).

lebih lanjut, Affandy menjelaskan, Komisi V DPR saat Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan pihak PT JSMR sudah meminta agar fasilitas isi ulang disediakan di ruas tertentu. Namun rekomendasi RDPU tersebut sampai saat ini belum direalisasikan. Kalau pun ada, pengisian ulang hanya sampai jam 20.00 WIB saja. Belum lagi keluhan mengenai sulitnya mengisi ulang di minimarket Indomart dan Alfamart yang kerap kali offline di jam tertentu.

"Seharusnya operasional fasilitas pengisian ulang 1x24 jam. Saya khawatir kita belum siap pakai sistem e-money. Jangan sampai teknologi yang seharusnya bisa melayani justru membuat susah. Untuk itu saya berharap PT Jasa Marga memperhatikan seluruh hal terkait sistem e-money. Sehingga pada saatnya semua masalah bisa diatasi," demikian Rendy. [nes]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya