Berita

Foto: VP Corporate Communication Pertamina

Bisnis

PEPC Sertifikasi 175 Tenaga Kerja Migas

SELASA, 26 SEPTEMBER 2017 | 14:08 WIB

Proyek Pengembangan Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB) akan memiliki multiplier effect bagi masyarakat setempat dengan menyerap sekitar 6 ribu pekerja lokal pada masa puncak proyek.

Direktur Utama PT Pertamina EP Cepu (PEPC) Adriansyah usai peletakan batu pertama pengembangan JTB menjelaskan, pada saat konstruksi teknik proyek JTB akan mempekerjakan 6 ribu tenaga lokal di Bojonegoro dan sekitarnya.

"Komitmen kami untuk bisa berkontribusi  mendorong perekonomian daerah  salah satunya adalah dalam menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat setempat," tegas Adriansyah dalam keterangannya.


Sementara untuk Early Civil Work (ECW), lanjut Adriyansyah saat ini terdapat sekitar 200 orang unskill labour.  Sejalan dengan makin padatnya pengerjaan proyek JTB di masa mendatang, kebutuhan tenaga kerja lokal juga akan semakin meningkat.

"Ini pekerja langsung, belum termasuk tenaga kerja tidak langsung yang mendukung program ini, proyek ini semakin bermanfaat untuk menggerakkan perekonomian daerah," katanya.

Adapun untuk memenuhi tenaga kerja profesional, tambah Adriansyah PEPC telah mengadakan sertifikasi tenaga kerja Migas 175 orang, dimana 170 orang  telah terserap di Proyek Banyu Urip. Tenaga ahli migas lainnya yang mempunyai sertifikasi welding sebanyak  0 orang.

Dengan tenaga kerja bersertifikasi ini, PEPC optimis proyek JTB akan bisa produksi 2021 dan dapat mempercepat utilisasi Pipa Gresik–Semarang serta pemanfaatan gasnya bisa diperluas. Proyek yang memiliki kompleksitas tinggi dengan kandungan CO2 34 persen, kapasitas pemrosesan gas 330 MMCSFD dan produksi 172 MMSCFD memang membutuhkan tenaga kerja  profesional secara selektif.

Senada dengan itu, menurut Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Massa Manik, bila lapangan gas yang membutuhkan investasi 1.547 miliar dolar AS ini berjalan dengan lancar, maka proyek-proyek yang sempat tertunda dan keekonomiannya diragukan akan kembali berjalan satu persatu.

"Selain menyerap tenaga kerja langsung, proyek ini nantinya juga akan menciptakakan lapangan kerja baru di berbagai industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur dan akan mengurangi angka pengangguran," tutur Massa.[wid/***]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya