Berita

PBNU-Pagar Nusa/net

Nusantara

Diplomasi Islam Nusantara, PBNU Dan Pagar Nusa Kampanyekan Perdamaian Di Malaysia

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 | 15:23 WIB | LAPORAN:

Islam Nusantara telah bergema di publik internasional. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj, menyampaikan Islam Nusantara yang damai, toleran dan ramah, dapat menjadi jembatan untuk diplomasi perdamaian.

Hal tersebut disampaikan Kiai Said di acara "Sambutan Maal Hijrah 1439 H" di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (24/9).  Acara tersebut dihadiri oleh Atase Dubes RI untuk Malaysia Agus Badrul Jamal, Ketua Umum Pagar Nusa M. Nabil Haroen, dan Ketua Pengurus Cabang Istimewa (PCI) NU Malaysia, KH. Lazib.

Kiai Said berpesan agar warga muslim Malaysia dan warga Indonesia yang berada di Malaysia dapat bergerak untuk menjaga perdamaian.


"Saat ini, tantangan perdamaian sangat besar. Kasus yang terjadi di Myanmar hatis menjadi perhatian kita. Bagaimana kita mencegah pembunuhan manusia, itu tidak dibenarkan atas nama apapun," ungkap Kiai Said melalui keterangan tertulis, Senin (25/9).

Lebih lanjut, Kiai Said juga menyampaikan betapa Nahdlatul Ulama berperan aktif untuk perdamaian di Rakhine, Myanmar. NU kata dia bersama pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk menginisiasi perdamaian.

"PBNU juga mengirim delegasi untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan," terang Kiai Said.

Sementara itu, Ketua Umum PP Pagar Nusa, M. Nabil Haroen menyerukan ajakan kepada warga muslim di Malaysia untuk menjaga persaudaraan.

"Jangan sampai kita tercerai berai karena konflik. Untuk itu, gerakan radikal harus kita antisipasi dengan kesiapan fisik, mental, spiritual dan pengetahuan," jelas Nabil.

Nabil berharap, isu geo-politik dan geo-strategis di Asia Tenggara, di antaranya sengketa Laut China Selatan dan konflik di Myanmar, harus disikapi secara jernih.
"Tragedi di Rakhine, Myanmar dan isu Laut China Selatan melibatkan peran Malaysia dan Indonesia. Kita harus melihatnya secara jernih, jangan sampai menjadi ruang konflik baru antar negara," seru Nabil.

Dalam pandangan Ketua Umum Pagar Nusa, saat ini penting untuk menguatkan barisan antar kader nahdliyyin di manapun berada. Warga nahdliyyin seluruh dunia harus bersatu, bergerak seirama dan mengkampanyekan Islam Nusantara dalam sikap dan keteladanan.

"Saya juga menghimbau pendekar Pagar Nusa di Malaysia dapat menjadi duta Islam Nusantara, yang menggemakan Islam ramah ala pesantren di negeri Jiran," ungkapnya.

Dalam agenda silaturahmi ini, Pagar Nusa Cabang Malaysia menggelar atraksi bela diri sekaligus konsolidasi kader dan pendekar.[san]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya