Berita

Net

Hukum

Pemprov DKI Gandeng KPK Awasi Pajak

SENIN, 25 SEPTEMBER 2017 | 14:39 WIB | LAPORAN:

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Komisi Pemberantasan Korupsi terkait integrasi data pajak dan retribusi daerah. Integrasi berkaitan dengan kepemilikan kendaraan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan kepemilikan lahan.

"Untuk kepentingan pajak kendaraan bermotor serta data tentang kepemilikan lahan. Yaitu terkait dengan PBB P2 (Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan)," kata Djarot di Gedung KPK, Jakarta (Senin, 25/9).

Kerja sama itu juga bisa digunakan sebagai pengawasan dari pajak harta koruptor. Karena data yang dimiliki oleh Badan Pajak Retribusi Daerah (BPRD) bisa langsung diintegrasikan dengan KPK pada bidang pencegahan.


"Sehingga kalau ada kasus misalnya, tersangka barangnya disita oleh KPK maka KPK bersama kami bisa mengetahui. Misalnya mobil, jenisnya apa, beradaannya di mana. Sehingga kalau seperti itu tidak perlu lagi dia harus membayar PKB karena disita. Termasuk juga lahan," jelas Djarot.

Dia menambahkan, MoU tersebut merupakan tindaklanjut dari kerja sama sebelumnya. Februari lalu, Pemprov DKI berhasil menarik pajak hingga Rp 40 miliar saat bekerja sama dengan KPK.

"Dan saya terima kasih pada KPK karena wajib pajak yang bandel kemudian kita undang dan dalam tempo dua jam kita langsung dapet dana Rp 40 miliar. Jadi terima kasih pada KPK, supaya warga negara para wajib pajak itu taat," kata Djarot.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK Saut Situmorang menyambut hal positif tersebut. Pihaknya berharap Jakarta bisa menjadi contoh bagi wilayah lain dalam penarikan wajib pajak. Sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan kepada masyarakat.

"Kita fokus gimana DKI bisa membangun kesejahteraan lebih cepat. Uang di DKI cukup besar. Tadi pak gubernur bilang dalam tempo dua jam sudah dapat Rp 40 miliar, jadi di situ kita belajar. Kita mau masuk tahap berikutnya supaya DKI bisa lebih cepat lagi. Supaya DKI jadi contoh bagi wilayah-wilayah lain," tutur Saut. [wah]  

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Diminati Klub Azerbaijan, Persib Siap Lepas Eliano Reijnders?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:58

Investasi Emas untuk Keuntungan Maksimal: Mengapa Harus Disimpan dalam Jangka Panjang?

Sabtu, 04 April 2026 | 15:37

Harga Plastik Melonjak, Pengamat Ingatkan Dampaknya Bisa Lebih Berbahaya dari BBM

Sabtu, 04 April 2026 | 14:49

DPR Minta ASN yang WFH Dipantau Ketat!

Sabtu, 04 April 2026 | 14:31

Komisi V DPR Minta Pemerintah Lakukan Pemilihan Terdampak Gempa Sulut-Malut

Sabtu, 04 April 2026 | 14:00

DPR Minta Pemda Pertahankan Guru PPPK Paruh Waktu di Tengah Efisiensi Anggaran

Sabtu, 04 April 2026 | 13:47

Trump Digugat Dua Lusin Negara Bagian Terkait Pemilu

Sabtu, 04 April 2026 | 13:24

Daftar Tayang Bioskop April 2026: Dari Petualangan Galaksi Mario hingga Ketegangan Horor Lokal

Sabtu, 04 April 2026 | 13:22

Ledakan di Markas PBB Lebanon Kembali Lukai 3 Prajurit TNI, 2 Luka Serius

Sabtu, 04 April 2026 | 13:01

Sindiran Iran ke AS Menggema di Tengah “Pembersihan” Pentagon

Sabtu, 04 April 2026 | 12:51

Selengkapnya