Berita

Bisnis

Jumlah Pengusaha Indonesia Bakal Berkembang Pesat

MINGGU, 24 SEPTEMBER 2017 | 22:19 WIB | LAPORAN:

Jumlah pengusaha di Indonesia diyakini bakal menyaingi negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Hal itu didasarkan kenaikan jumlah pengusaha yang cukup besar selama tiga tahun terakhir.

"Saya optimis sekali Indonesia bisa menyaingi negara tetangga. Sekarang saja sudah banyak bermunculan pengusaha-pengusaha, terutama sejak tahun 2013/2014 hingga saat ini," kata Calon wakil gubernur Jawa Tengah Dede Indra Permana Sudiro dalam keterangannya, Minggu (24/9).

Dia menjelaskan, jumlah pengusaha di Indonesia sejak 2013/2014 menunjukkan kenaikan cukup tinggi meskipun masih di bawah Malaysia dan Singapura yang jumlahnya masing-masing 5 dan 7 persen. Secara keseluruhan, hingga 2017, pengusaha Indonesia mengalami kenaikan menjadi 3,1 persen dari total jumlah penduduk.


"Semangat wirausaha sudah banyak kita lihat sekarang, terutama di kota-kota besar. Apalagi di era globalisasi dan teknologi seperti sekarang, segalanya jadi lebih mudah contohnya dengan hanya bermodalkan gadget dan kuota internet saja seseorang bisa membuka usaha," ujar Dede yang juga mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jateng.

Lanjutnya, kenaikan jumlah pengusaha di Indonesia saat ini telah melampui syarat minimal rakyat akan sejahtera yaitu dua persen, sedangkan Indonesia sudah mencapai 3,1 persen. Hal ini didorong juga oleh iklim globalisasi dan teknologi yang sangat terasa, terutama di perkotaan sehingga pola pikir masyarakat menjadi semakin kreatif dan memilih untuk berwirausaha.

"Pemerintah harus terus dukung pertumbuhan wirausaha, bukan hanya di perkotaan tapi juga di pedesaan. Di desa kita bisa hidupkan UKM dan koperasi-koperasi Desa," tutur Dede.

Dede yang juga anggota DPRD Jateng menambahkan, pencetakan pengusaha di pedesaan juga bisa membantu pemerataan ekonomi yang notabene di daerah tersebut banyak dijumpai masyarakat miskin.

"Padahal jika digali, peluang usaha di pedesaan cukup besar salah satunya potensi agrobisnis," imbuh politisi PDI Perjuangan itu. [wah]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya