Berita

Menaker: Dirjen Baru harus Berorientasi Pada Hasil Dan Kaya Terobosan

SABTU, 23 SEPTEMBER 2017 | 16:33 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Direktur Jenderal yang baru dan jajarannya harus mampu melakukan terobosan dan inovasi dalam berkerja, berorientasi pada hasil sehingga pelayanan ketenagakerjaan dan perlindungan tenaga kerja dirasakan langsung pekerja dan pengusaha.

Demikian disampaikan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri usai melantik pejabat baru, Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan, Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PPK dan K3) Sugeng Priyanto di kantor Kemnaker, Jakarta,Jumat (22/9).

Selain melakukan terobosoan, kata Menaker, Dirjen yang baru dilantik agar terus memperkuat pengawasan ketenagakerjaan dengan mengedepankan profesionalisme, konsolidasi dan sinergi di lingkungan pengawas ketenagakerjaan dari pusat sampai daerah.


Menaker Hanif, berkeinginan kualitas dari pembinaan maupun pengawasan ketenagakerjaan di tingkatkan termasuk di dalamnya pengunaan teknologi informasi untuk membantu memperkuat sistem penggunaan maupun pengawasan ketenagakerjan.

"Wajib lapor ketenagakerjaan yang sudah online, harus dimaanfaatkan secara optimal dan terus dievaluasi agar kualitasnya lebih baik sehinga pengawasan ketenagakerjaan akan terbantu, " ujarnya.

Terkait Dirjen yang berlatarbelakang anggota kepolisian, Menaker menegaskan semuanya telah melalui mekanisme dan mengikuti proses perundang-undangan maupun Tim Penilai Akhir (TPA).

Menaker mengatakan kehadiran Dirjen baru yang berasal dari Polri itu, agar ada penyegaran di lingkungan Kemnaker. Penegakan hukum dengan pengawasan ketenagakerjaan menjadi terkorelasi.

"Itu membantu agar sinergi dengan pihak-pihak eksternalnya menjadi lebih baik dan secara otomatis bisa meningkatkan fungsi PPNS. Karena PPNS bisa berbagai fungsi bisa sebagai penyidik," katanya.

Menaker menambahkan saat ini ada penambahan jumlah tenaga pengawasan ketenagakerjaan, meski dalam jumlah sedikit.  Karena formasi PNS Kemnaker yang baru, pihaknya menperoleh jatah tidak terlalu banyak.

"Ada penambahan tapi sedikit, karena itu saya berharap pengunaan online sistem atau istilahnya penggunaan sistem teknologi informasi memperkuat pengawasan. Teknologi membantu kita melakukan monitoring, " ujarnya. [wid]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya