Berita

Foto/Net

Kemenkop Terus Genjot Pengembangan Ekonomi Kerakyatan Lewat Pesantren

JUMAT, 22 SEPTEMBER 2017 | 11:19 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

. Program pelatihan kewirausahaan yang sudah bergulir bagi 500 santri di Pondok Pesantren Al-Masthuriyah, Cisaat, Sukabumi, Jawa Barat, akan berlanjut. Yaitu pemberdayaan kewirausahaan bagi para santri disana.

"Setelah pelatihan kewirausahaan, akan kita kaji dan evaluasi untuk langkah selanjutnya, yaitu program pemberdayaan kewirausahaan berbasis koperasi. Intinya, kita menerapkan program pelatihan berkelanjutan", kata Menteri Koperasi dan UKM, AAGN Puspayoga saat mengunjungi Pondok Pesantren Al Masthuriyah, Kamis (21/9).

Dalam perbincangan ringan dengan Pimpinan Ponpes Al-Masthuriyah KH. Abdul Aziz Masthuro didampingi Deputi Bidang Produksi dan Pemasaran Kemenkop dan UKM I Wayan Dipta dan pengelola BUMR Pangan Sukabumi Luwarso, Puspayoga mengatakan bahwa dalam tahap pemberdayaan akan lebih dikembangkan ke arah pengelompokkan para santri ke dalam kelompok-kelompok sektor usaha yang akan digeluti.


"Dalam tahap awal baru dilatih secara umum. Potensinya apa akan kita petakan terlebih dahulu dan akan kita arahkan kemana. Setelah itu, baru membentuk kelompok usaha yang diminati, dan mereka akan dimasukkan ke dalam wadah koperasi," ungkap Menkop dan UKM.

Bagi Kemenkop dan UKM, program pelatihan sebagai upaya untuk mendorong jiwa berwirausaha para santri. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan santri bisa menjadi ikon pengembangan ekonomi kerakyatan di wilayahnya.

"Kita akan terus menerus mengembangkan ekonomi kerakyatan melalui pesantren. Kita akan lakukan di seluruh Indonesia," kata Menkop dan UKM.

Para santri tidak hanya diajarkan tentang nilai-nilai agama di dalam kehidupan pesantren. Tetapi yang penting, menanamkan jiwa wirausaha agar kelak menjadi seorang pengusaha yang handal, santri bisa mengabdikan diri bagi masyarakat. Setelah berkembang sukses menjadi wirausaha, para santri selanjutnya disarankan masuk ke dalam koperasi, dengan maksud supaya mudah mendapatkan akses permodalan, dan pemasaran. Apalagi sedang dibentuk badan usaha milik rakyat (BUMR) yang ke depan bisa saling bersinergi.

Sebelumnya, pada akhir Agustus lalu, Puspayoga sudah menyerahkan akta koperasi kepada delapan koperasi di Sukabumi, yakni Koperasi Marlina Jayabina Nusantara, Koperasi Merdeka Karya Sejahtera, Koperasi Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Karya Amanah, Koperasi Pondok Pesantren Amal Islami, Koperasi Assalafiyyah Berkah Abadi, Koperasi Az Zain Jaya Cibalung, Koperasi Al-Mumtaz Abadi Cikidang, serta Koperasi Nurul Huda Saudagar Muslim.

Sedangkan bantuan pemerintah bagi Wirausaha Pemula diberikan Puspayoga kepada empat pelaku UKM, yakni Muhamad Anwar (usaha konveksi), Lia Awalia (usaha produksi kue), Wang Beni Ibrahim (usaha kuliner), dan Dinda Ramadani (usaha kuliner). Masing-masing mendapatkan bantuan modal dari Kemenkop dan UKM sebesar Rp13 juta.

"Kita pelatihan, kita seleksi, baru kita berikan modal awal, biasanya Wirausaha Pemula dikasih kredit tidak bisa cicil, makanya diberikan bantuan untuk modal. Tapi, kalau sudah jalan nanti diberikan kredit untuk maju," kata Menkop dan UKM, saat itu.

Sedangkan Mohammad Fikri, pengurus Koperasi Ponpes Amal Islami merasa bersyukur ditetapkan sebagai salah satu penerima akta koperasi dari Kemenkop dan UKM. Manfaat dari akta koperasi ini, menurut dia legalitas usaha mereka sudah terjamin, bisa dengan mudah mendapatkan bantuan pemerintah, serta dapat dengan mudah mengajukan pinjaman modal ke bank.

"Ini sangat bermanfaat bagi kami apalagi fungsi Pondok Pesantren untuk mengembangkan potensi usahanya di Ponpes itu sendiri," pungkas dia. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya