Berita

Tersangka Saracen/net

Hukum

Polisi Cek Lagi Data PPATK Sebelum Panggil Para Tokoh Terkait Saracen

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 | 19:24 WIB | LAPORAN:

Mabes Polri berencana memanggil sejumlah tokoh yang namanya muncul dalam Laporan Hasil Analisis (LHA) Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) atas rekening bank tersangka kasus Saracen.

Saracen adalah kelompok pegiat media sosial yang dibayar untuk menyebar konten ujaran kebencian bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Tetapi, menurut Kasubdit I Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Irwan Anwar, pihak kepolisian perlu kembali mengecek kembali data dari PPATK sebelum memanggil para tokoh untuk mengklarifikasi.


"Jadi, setelah kami konfirmasi lagi hasil pemeriksaan PPATK, barulah kami akan mengklarifikasi ke orang-orang tersebut," kata Irwan Anwar kepada wartawan, Kamis (21/9).

Irwan juga mengatakan bahwa ada beberapa poin dalam hasil pemeriksaan yang perlu dicek kembali kebenarannya ke PPATK.

"Ada beberapa dari hasil koordinasi dengan PPATK, yang harus kami konfirmasi terlebih dahulu. Istilahnya, mematangkan lagi. Saya tidak bisa jelaskan karena masuk dalam materi penyidikan," ujar Anwar.

Sebelumnya, Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Setyo Wasisto, menyebut nama-nama yang ada di LHA PPATK merupakan sosok yang sudah dikenal oleh publik.

Namun ia enggan menyebutkan siapa saja di antara daftar nama itu. Menurut dia, jumlah nama di dalam LHA itu sangat banyak.

"Saya belum bisa ngomong. Nantilah kalau sudah dipanggil, diperiksa, baru saya ngomong," ujar Setyo.

Penyidik Polri juga akan mendalami kaitan hasil analisis PPATK dengan fakta-fakta yang telah ditemukan sebelumnya, termasuk jejak digital yang ditemukan dalam hard disk dan flashdisk milik para tersangka. [ald]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya