Berita

Transportasi Publik/net

Publika

Surat Terbuka Penuh Kasih Jilid Dua Untuk Pak Menhub Budi Karya Sumadi

KAMIS, 21 SEPTEMBER 2017 | 00:27 WIB

ASSALAMUALAIKUM Pak Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi. Semoga Bapak sehat sukses selalu beserta keluarga terkasih.

Pak BKS (pakai inisial saja biar kekinian ya, Pak), ini adinda Ricky Tamba yang dulu pernah tulis surat terbuka dari atas kapal ferry Bakauheni-Merak curcol soal layanan transportasi publik di penyeberangan Selat Sunda. Makasih banget lho sudah balas surat adinda dan semoga beneran terwujud direalisasikan usul saran soal Damri di daerah Lampung serta dan fasilitas pelabuhan untuk pejalan kaki, Pak.

Pak BKS, sebelumnya saya minta maaf kalau curcol lagi nih dan semoga di tengah kesibukan padat yang super duper, Bapak masih berkenan baca surat terbuka penuh kasih jilid 2 yang adinda tulis saat empet-empetan di atas Commuterline KCJ dari Stasiun Kebayoran Lama menuju Sawah Besar. Foto juga adinda sertakan biar gak dibilang suka sebar hoax ala ala Saracen lho, Pak hahaha...


Pak, tadi saya standby sejak sekitar pukul 15.45 WIB di Stasiun Kebayoran Lama. Naik kereta menuju Tanah Abang sekitar pukul 16.10 WIB kemudian transit menuju Manggarai dan alhamdulillah sampai surat ini ditulis pukul 17.01 WIB masih diri nunggu kereta arah Stasiun Kota gak datang-datang.

Pak, pas tadi transit di Tanah Abang, jalur elevator dan jembatannya padat banget. Sampai desak-desakan dan agak was-was juga takut dompet kecopetan (walau isi cuma Rp. 200.000,- tapi berharga banget saat lagi zaman resesi gini, Pak).

Perjuangan berlanjut terus, di kereta ke Manggarai malah agak pengap dan capek diri. Ndilalahnya, kok keretanya masih juga berhenti sekitar 15 menit sebelum Manggarai. Kayaknya kok gak boleh banget kami rakyat menengah ke bawah merasakan kenyamanan bertransportasi publik walau kami juga kerja keras dan bayar pajak.

Pak BKS, adinda Ricky Tamba mau usul saran, boleh ya? Pertama, kalau bangun peron, elevator, jembatan, ruang ibadah dan fasilitas lainnya mbok ya jangan nanggung-nanggung mending yang besar mewah nyaman sekalian. Biar kami juga bisa agak bahagia dan makin banyak kalangan yang beralih ke transportasi publik. Jangan cuma mikirin kasih space ke waralaba yang cuma mikir profit tapi kami pengguna setia kereta malah dipaksa nikmati fasilitas dan besaran ruang seadanya.

Kedua, beberapa waktu terakhir ini kok jadwal kereta agak lambat sehingga kami sering telat sampai tujuan. Setiap pergantian jalur di beberapa stasiun pasti nunggu hingga bisa puluhan menit. Ada masalah transmisi sinyal, gangguan teknis, jalur kurang banyak, ataukah memang biaya yang kami bayar terlalu kecil hingga defisit, Pak? Semoga bisa beres kembali dan kereta api sebagai idola kami penggemar transportasi publik bisa makin keren dan berjaya lho, Pak.

Ketiga, kami sangat mendukung kalau pembangunan transportasi publik yang menjadi moda transportasi kelas pekerja menengah ke bawah di Jabodetabek diutamakan. Daripada bangun jalan tol yang tak seimbang dengan penambahan mobil tiap hari, juga melarang teman-teman kaum motoris Indonesia masuk Sudirman Kuningan, mending fasilitas kereta, busway hingga penyangganya dimaksimalkan sehingga Jabodetabek tak makin macet serta kami bisa berhemat, Pak.

Pak Menhub BKS, itu dulu ya. Adinda Ricky Tamba sudah sampai di Stasiun Sawah Besar mau buru-buru naik ojek pangkalan sudah telat habis ke Majelis Reboan InDEMO di Lautze 62C dengar tausiah sang legenda gerakan mahasiswa Bang Hariman Siregar. Sekarang sudah pukul 17.29 WIB. Sungguh perjalanan berkereta yang melelahkan menjenuhkan. Semoga pejabat tak foya-foya, saat rakyat makin menderita.

Selamat dinas bangun NKRI tercinta ya, Pak Menhub BKS. Jangan repot-repot balas surat terbuka penuh kasih jilid 2 ini, Pak. Cukup usul saran di atas terwujud, haqul yakin saya dan seluruh pengguna transportasi publik di Jabodetabek merasa bangga punya Menteri Perhubungan Republik Indonesia sebaik dan seenergik Pak Budi Karya Sumadi... Wassalamualaikum WW.[***]

Salam hangat,
Adinda Ricky Tamba
#MajukanTransportasiPublik
#JagaNKRI

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

324 Hunian Layak untuk Warga Bantaran Rel Senen Rampung Juni 2026

Senin, 06 April 2026 | 18:15

Kasus Amsal Sitepu Harus jadi Refleksi Penegakan Hukum

Senin, 06 April 2026 | 17:59

WFH Jumat Tak Boleh Ganggu Produktivitas

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Putri Zulhas Ngaku Belum Tahu Gugatan Pengosongan Rumah

Senin, 06 April 2026 | 17:45

Petinggi Tiga Travel Haji Dicecar KPK soal Perolehan Keuangan Tidak Sah

Senin, 06 April 2026 | 17:37

Konversi LPG ke Jargas

Senin, 06 April 2026 | 17:25

Prabowo Naikkan Target Bedah Rumah Tahun Ini Jadi 400 Ribu Unit

Senin, 06 April 2026 | 17:21

Impor Sparepart Pesawat dapat Insentif Bea Masuk Nol Persen

Senin, 06 April 2026 | 17:12

Sahroni Cabut Laporan Terhadap Influencer Indira dan Rena

Senin, 06 April 2026 | 16:59

PB Orado: Turnamen Domino Jatim Fondasi Menuju Kejurnas

Senin, 06 April 2026 | 16:55

Selengkapnya