PT Perusahaan Listrik Negara/PLN (Persero) meminta masyarakat agar berhati-hati terhadap penipuan dengan moÂdus mengaku sebagai pegawai PLN yang saat ini marak terjadi di masyarakat.
Senior Manajer Hubungan Masyarakat PLN Agung MurÂdifi mengatakan, modus yang digunakan penipu adalah dituÂgaskan menjual peralatan listrik berupa pengaman meteran dan produk pendukung jaringan listrik lainnya.
"PLN tidak pernah menuÂgaskan karyawan menjual alat kelistrikan kerumah-rumah. Karena itu, kita minta kewaspadaan masyarakat untuk menghindari penipuan yang mengatasnamakan PLN. Kita juga minta pelanggan agar seÂlalu waspada apabila ada petuÂgas datang mengatasnamakan PLN," kata Agung di Jakarta, kemarin.
Agung menegaskan, jika selama ini petugas PLN tidak menjual kotak pelindung meter, peralatan penghemat listrik, atau peralatan listrik apa pun. PLN juga tidak menawarkan jasa layanan pasang baru, tamÂbah daya, atau pembayaran tagihan rekening listrik, dengan transaksi pembayaran langsung di rumah pelanggan.
"Bahkan PLN tidak pernah menawarkan jasa pemberian paket subsidi kepada pelangÂgan. Semua data penerima subÂsidi terdaftar di Kementerian Sosial," tambahnya.
Agung berpesan, jika ada hal yang mencurigakan terkait petuÂgas PLN, masyarakat bisa meÂminta informasi terkait layanan dan pengaduan PLN melalui saÂluran resmi Contact Center PLN 123 yang dapat diakses melalui Telepon: 123, Handphone: (kode area + 123), Facebook: PLN 123, Twitter: @pln_123, Email: pln123@pln.co.id, atau website
: www.pln.co.id.
Agung juga meminta masyarakat menyebarkan info ini kepada keluarga dan kolega lain agar tidak ada korban penipuan. Dijelaskan Agung, sebelumnya telah tersebar di media sosial bahwa ada okÂnum yang mengaku sebagai pegawai PLN, menawarkan alat penghemat daya listrik. Oknum tersebut mengklaim tawaran merupakan penugasan dari PLN.
"Kami juga sudah melakukan pengecekan ke lapangan untuk mencari dan menindak oknum tersebut. Ini juga untuk menceÂgah aksi serupa di masyarakat yang bisa menimbulkan keruÂgian," tegasnya. ***