Berita

Anies-Sandi/net

Hukum

Tender Pembangunan Rusun Nagrak-Marunda Harus Diulang

RABU, 20 SEPTEMBER 2017 | 02:10 WIB | LAPORAN:

Koordinator Relawan Anies-Sandi Untuk Jakarta, Muhkidin menegaskan bahwa jika sudah dilantik nanti, Anies-Sandi tetap harus diawasi dalam menjalankan tugasnya. Utamanya dalam menjalankan lelang rumah susun DKI.

"Sebab selama pemerintahan Ahok- Djarot ada keanehan dengan banyaknya lelang pembangunan rusun dimenangkan oleh PT Total Eka Persada selama ini," katanya dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Selasa (19/9).

PT Totalindo Eka Persada kata dia baru saja melakukan IPO di bursa saham. PT itu pun menggunakan kemenangannya dalam tender pembangunan Rusun Nagrak-Marunda, tower 1 sampai 5. Namun kata dia, dalam prospektus IPOnya dan dalam penjualan sahamnya yang berkode TOPS, harga saham PT Totalindo Eka Persada mengalami kenaikan yang tidak wajar.


"OJK pun sedang mengawasi," tandasnya.

Untuk itu, katanya, jika nanti berkuasa, Anies-Sandi harus melakukan tender ulang atas pembanguna Proyek Tower Rusun 1 sampai 5 yang sudah dimenangkan oleh PT Totalindo Eka Persada.

"Dalam prospectus TOPS juga dicatatkan tentang kemenangan tender PT Totalindo Eka Persada Untuk proyek tower 1-5 Rusun Nagrak Jakarta Utara yang sangat mungkin bisa dibatalkan oleh Gubernur Anies Baswedan Jika ditemukan ketidak beresan dalam proses tendernya," bebernya.

"Perusahaan ini pernah memenangi tender Rusun K.S. Tubun pada 2016. Proyek itu seharusnya sudah selesai pada Desember 2016, tapi hingga kini belum kelar," lanjutnya.

Muhkidin pun menilai bahwa mutu proyek yang dilakukan PT Totalindo juga diragukan kualitasnya. Sebab kedalaman fondasi rusun tak sesuai dengan permintaan pemerintah DKI, yakni 30 meter. Mereka hanya membuat fondasi sedalam 20 meter.

"Padahal hal ini penting agar masyarakat Jakarta yang nantinya akan menghuni Rusun menjadi aman dan tidak disuguhi bangunan yang tidak bermutu," tekan Muhkidin.

Dikatakannya bahwa Anies -Sandi yang bulan Oktober akan dilantik harus memprioritaskan untuk melakukan audit tender rumah susun diera Ahok-Djarot.

"Karena ditenggarai ada ketidak beresan seperti beberapa proyek Rusun yang dikerjakan oleh PT Totalindo Eka Persada Hasilnya terlambat pembangunannya dan bahan bangunanya tidak bermutu," jelasnya.

Untuk itu, lanjutnya, Anies -Sandi yang punya rencana untuk membebaskan uang muka bagi calon pembeli Rusun harus memperhatikan Kualitas dan keamanan bangunan.

"Jangan sampai ada lagi kontraktor yang diam-diam menggunakan bahan bangunan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Patut dicurigai Kontraktor semacam PT Totalindo Eka Persada yang sejak proses lelang, kredibilitas sudah diketahui tidak bagus ketika menjadi rekanan Pemprov kok bisa menang lagi Dalam tender Tower 1-5 Rusun Nagrak. Jika ada ketidak beresan dalam proses pembangunan Rusun yang dilakukan oleh PT Totalindo Eka Persada, Anies -Sandi Harus melaporkan Ke KPK," desaknya.

Tak hanya itu, menurutnya ivestor di pasar modal yang ikut membeli saham PT Totalindo Eka Persada dengan Kode saham TOPS juga harus hati-hati. Apalagi OJK sedang mengawasi ketidak wajaran harga saham TOPS yang pada bulan Juni melakukan IPO dengan harga Rp 310/lembar saham Dan meroket Pada saat ini hingga kisaran Rp 2000 per lembar saham.

Selain mengikuti lelang di Nagrak, PT Totalindo memasukkan lelang untuk tower Rusun Penggilingan dan Pulogebang pada 2017.[san]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Steve Hanke Ungkit Lagi Keputusan IMF 1998, Klaim Rupiah Bisa Setara Dolar AS

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:12

Gibran Ingin Generasi Muda Jadi Perekat Persatuan Bangsa

Selasa, 30 Juni 2026 | 08:06

Komut Pertamina Mochamad Iriawan Pastikan Kesiapan SAF dan Operasional B50 di Jawa Timur

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:57

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:53

Nasib Nadiem Ditentukan di Sidang Vonis Hari Ini

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:42

Kekayaan AHY Naik Hampir Enam Kali Lipat, Kini Tembus Rp118,65 Miliar

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:29

STOXX 600 Menguat Tipis, Saham Teknologi dan Energi Topang Bursa Eropa

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:24

Jerman Tumbang, Paraguay Melaju ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:14

Pimpin BEI 2026-2030, Jeffrey Hendrik Targetkan Pasar Modal Indonesia Tembus 10 Besar Dunia

Selasa, 30 Juni 2026 | 07:02

Dana GCA Diklaim Bisa Stabilkan Nilai Tukar Rupiah

Selasa, 30 Juni 2026 | 06:48

Selengkapnya