Berita

Rizal Ramli/Net

Bisnis

Kejar Target 6,5 Persen, Jokowi Butuh Sosok Ekonom Profesional Progresif

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 | 17:40 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo harus menyusun kembali formasi tim ekonomi pada kabinet kerja dengan pertimbangan situasi ekonomi politik terkini.

Begitu dikatakan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Serikat Rakyat Indonesia (Serindo), Jones Batara Manurung dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Selasa (19/9).

"Hal terpenting dari penyusunan kembali tim ekonomi tersebut adalah upaya pembangunan kembali ekonomi kerakyatan kita," sambungnya.


Tim ekonom yang dibutuhkan Jokowi saat ini adalah yang beridentitas "profesional progresif". Mereka bisa memecahkan kebuntuan tata kelola ekonomi yang masih dikuasai segelintir kelompok dan dikelilingi para pemburu rente.  

"Model ekonom seperti Rizal Ramli memiliki kapasitas dan keberanian dalam misi pembangunan kembali ekonomi kerakyatan Indonesia," jelasnya.

Rizal Ramli memang sudah pernah terlibat di Kabinet Kerja Presiden Jokowi, sayangnya Rizal Ramli keluar tanpa reserve dari Kabinet Kerja.

Jones menerangkan, karakter layaknya seorang aktifis progresif, yang suka "ngepret" membuat seorang Rizal Ramli harus digeser karena dianggap "mengganggu" kepentingan pihak tertentu.

"Rizal Ramli memang sudah pernah terlibat di Kabinet Kerja Presiden Jokowi, sayangnya Rizal Ramli keluar tanpa reserve dari Kabinet Kerja. Karakter layaknya seorang aktifis progresif, yang suka "ngepret" membuat seorang Rizal Ramli harus digeser karena dianggap "mengganggu" kepentingan pihak tertentu."

Jones menegaskan, dengan Tim Ekonomi yang berjiwa kerakyatan (profesional progresif) dapat menjadi stimulus bagi upaya penuntasan agenda Jokowi sebagaimana janjinya pada masa kampanye.

Tim ekonomi tersebut yang diharapkan dapat membuka jalan yang lebih mudah untuk periode kedua Jokowi.

"Tim Ekonomi profesional progresif ini memiliki tugas membangun kembali pondasi sistem ekonomi kerakyatan Indonesia untuk bisa menyingkirkan politik identitas dan memenangkan politik kerakyatan," tandasnya. [sam]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya