Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

PII dan Puluhan PT Gelar Simposium UNIID

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 | 16:06 WIB | LAPORAN:

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia dan 42 perguruan tinggi dalam dan negeri luar negeri mengadakan simposium II University Network for Indonesia Infrastructure Development (UNIID) di Hotel Aryaduta, Palembang, Sumatera Selatan, 19-20 September 2017.

Plt Direktur Utama PT PII, Armand Hermawan menjelaskan, pihaknya sangat berharap para anggota bisa UNIID bisa turut aktif mengembangkan berbagai skema pendanaan.

Hal itu, lanjut dia, penting agar infrastruktur di perguruan tinggi Indonesia yang lebih maju dan merata serta mampu berkontribusi bagi pembangunan nasional.


"PT PII yang telah berhasil memberikan penjaminan atas 13 proyek di Sektor Air Minum, Kelistrikan, Jalan dan Telekomunikasi skema KPBU mengharapkan untuk kedepannya dapat memberikan penjaminan juga untuk infrastruktur pendidikan tinggi," kata Armand dalam surat elektronik yang diterima redaksi, Selasa (19/9).

Dalam acara yang tuan rumahnya Universitas Brawijaya ini, Arman menjelaskan, pembangunan infrastruktur berperan signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Infrastruktur fisik dan sosial diharapkan dapat memberikan layanan yang optimum untuk kepentingan umum. Ketersediaan berbagai jenis infrastruktur utilitas (listrik, air, telekomunikasi, dan gas), sarana dan prasarana (jalan, bendungan, dan terowongan) dan transportasi umum (kereta api, pelabuhan, dan bandara) menjadi elemen dasar dalam peningkatan produktifitas perekonomian," jelasnya.

Armand melanjutkan, guna merespon kebutuhan percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia, maka peran perguruan tinggi dalam pengembangan infrastruktur Indonesia sangat penting. Makanya, dibentuklah Jaringan Perguruan Tinggi untuk Pengembangan Infrastruktur Indonesia (University Network for Indonesia Infrastructure Development-UNIID).

Dalam pelaksanaannya, Simposium II UNIID 2017 ini dihadiri oleh 40 perguruan tinggi dalam negri, 2 perguruan tinggi luar negeri, dan 7 instansi lainnya. Peserta yang hadir terdiri dari peneliti, akademisi, profesional, dan para pemangku kepentingan terkait dalam usaha pengembangan dan percepatan pembangunan infrastruktur Indonesia.

Dari keseluruhan perguruan dan instansi yang ada, jumlah paper yang diterima dalam Simposium II UNIID 2017 ini adalah sebanyak 111 paper dengan distribusi masing-masing sub topik yang berbeda-beda. Seluruh paper yang masuk dalam Simposium II UNIID 2017 ini dipublikasikan
 
Tema dari Simposium II UNIID 2017 ini adalah “Pengembangan IPTEK di bidang infrastruktur untuk Indonesia yang lebih baik”, dengan variasi topik yang berkaitan dengan perencanaan, desain, konstruksi, operasional, manajemen dan pemeliharaan infrastruktur berkelanjutan.

Adapun variasi topik yang terdapat dalam Simposium II UNIID 2017 ini yakni,  Manajemen Aset dan Infrastruktur, Aspek Sosial, Peraturan, dan Pengelolaan Infrastruktur, Infrastruktur dan Pembangunan Ekonomi, Pembiayaan Infrastruktur, Teknologi dan Inovasi Infrastruktur dan Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Bidang Infrastruktur.

Simposium II UNIID 2017 berlangsung selama dua hari yang terbagi menjadi dua parallel sessions dengan pembicara utama sebanyak empat orang, yaitu, Prof. H. Mohammad Nasir, Ph.D., Ak (Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi), Ir. H. Alex Noerdin, S.H (Gubernur Sumatera Selatan) , Prof. Dr. Tech. Ir. Danang Parikesit M.Sc. (Lecturer  Universitas Gadjah Mada), dan Direktur  PT. Penjaminan Infrastruktur Indonesia, Persero.

Dari keseluruhan perguruan dan instansi yang ada, jumlah paper yang diterima dalam Simposium II UNIID 2017 ini adalah sebanyak 111 paper dengan distribusi masing-masing sub topik yang berbeda-beda. Seluruh paper yang masuk dalam Simposium II UNIID 2017 ini dipublikasikan dalam tiga publisher, yaitu,  Prosiding UNIID 2017, Journal of the Civil Engineering Forum dan CSID Journal of Infrastructure Developement.

Pada hari kedua tanggal 20 September 2017 pelaksanaan Simposium II UNIID 2017, peserta simposium berkesempatan untuk melaksanakan kunjungan lapangan ke proyek pembangunan Light Rail Transit  (LRT) kota Palembang. Adapun agenda kunjungan lapangan ini yaitu mengunjungi Depo LRT, stasiun LRT OPI, stasiun LRT Jakabaring, serta pembangunan jembatan musi LRT yang melintasi sungai musi. [sam]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya