Berita

Yahyah Farroukh/net

Dunia

Tersangka Serangan Bom Di Tube London, Penggemar Justin Bieber Yang Ingin Jadi Insinyur

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 | 15:33 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dua pemuda ditangkap kepolisian Inggris karena terlibat serangan bom di kereta bawah tanah (Tube), di Parsons Green, barat daya London, yang terjadi Jumat pagi (15/9) waktu setempat.

Mereka ditangkap terpisah pada Sabtu lalu di Sunbury-on-Thames, pinggiran kota kelas menengah di Surrey, sebelah barat Greater London. Di London, mereka hidup bersama orang tua asuh yang telah berusia lanjut, Ronald dan Penelope Jones.

Salah satu tersangka adalah seorang yatim piatu berdarah Irak, berusia 18 tahun dan dikenal di lingkungannya sebagai pembuat onar.


Satu lagi, pemuda berusia 21 tahun berdarah Suriah, bernama Yahyah Farroukh. Ia melarikan diri dari perang saudara di negeri asalnya dan masuk ke London melalui Mesir.

Mereka ditahan di bawah UU yang memungkinkan polisi menahan tersangka tanpa tuduhan di luar batas waktu empat hari.

Pasangan lansia yang mengasuh mereka selama ini dikenal sebagai tokoh masyarakat yang menaungi ratusan anak muda, mayoritas berasal dari rumah tangga yang pecah atau bermasalah, selama lebih dari empat dekade. Pada tahun 2009, mereka menerima penghargaan dari Kerajaan Inggris untuk "prestasi atau pelayanan yang luar biasa untuk masyarakat." Ratu Elizabeth II mengakui dedikasi mereka dalam sebuah upacara tahun 2010 di Istana Buckingham.

Namun, pasangan Jones sangat terkejut ketika polisi mengepung rumah mereka pada Sabtu lalu. Polisi juga mengevakuasi para tetangganya dan memperingatkan soal kemungkinan bahan peledak di rumah atau kebun rumah Jones.

Sampai Senin, polisi tidak mengizinkan wartawan mendekat ke rumah keluarga Jones. Pasangan tersebut diduga sudah dievakuasi ke kediaman keluarga mereka. Ronald dan Penelope Jones memiliki reputasi yang sangat bagus, dan tidak ada anggapan bahwa mereka terlibat dalam serangan bom rakitan itu.

Kembali ke dua anak muda yang menjadi tersangka. Pria yang berusia 18 tahun dikabarkan ditangkap sekitar pukul 07.50 pagi pada Sabtu di daerah pelabuhan Dover. Rupanya, ia mencoba melarikan diri dari Inggris.

Sedangkan Yahyah ditangkap pukul 11.50 WIB pada hari yang sama, di luar toko ayam goreng tempat ia bekerja, di wilayah luar London, Hounslow.

Identitas Yahyah Faroukh dikonfirmasi oleh saudaranya,  bernama Aladdin yang tinggal di Belanda, Aladdin mengatakan bahwa keluarga mereka mengelola toko roti di Damaskus, Suriah. Di era perang saudara, Faroukh terlibat dalam pertempuran, sempat ditahan dan disiksa oleh pasukan yang setia kepada Presiden Bashar al-Assad. Yahyah melarikan diri ke Mesir pada musim panas 2013, dan kemudian ke Italia dan masuk ke Inggris.

"Tidak mungkin setelah tiga tahun belajar dan bekerja, Yahyah mau mengebom dirinya sendiri atau terlibat dalam tindakan semacam itu. Dia bahkan mencari seorang gadis untuk dinikahi," kata Aladdin setengah tidak percaya, dikutip oleh nytimes.com.

Yahyah Farroukh tampak memiliki dua akun Facebook. Salah satunya hanya untuk keluarga. Halaman Facebooknya tidak berisi kata-kata berbau ekstremisme. Yahyah secara teratur mengeposkan gambar bendera Angkatan Darat Pembebasan Suriah, kelompok pejuang sekuler moderat yang menentang pemerintahan Assad. Dia juga penggemar dari penyanyi Ellie Goulding dan Justin Bieber, serta rapper dan aktor Wiz Khalifa.

Profil media sosialnya mengatakan bahwa dia bekerja di dua perusahaan event organizer. Foto-foto di akun Facebooknya  menunjukkan ia seorang pria muda yang senang bergaya dan tertarik untuk menjelajahi Inggris. Dia pernah mempelajari bahasa Inggris di West Thames College, di Hounslow, dari bulan Desember 2013 sampai Juni 2015.

Mo Ashour, yang kuliah di West Thames College seangkatan dengan Farroukh, mengenangnya sebagai orang baik yang tidak menyukai masalah.

Sepupu Farroukh, Ahmed, yang bekerja di sebuah perusahaan makanan Arab di London, menggambarkannya sebagai orang terhormat dan pendiam yang bahagia tinggal di Inggris dan bermimpi untuk menjadi seorang insinyur. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya