Berita

Skytrain/Net

Bisnis

Skytrain Dongkrak Daya Saing Bandara Soetta Di Tingkat Global

Baru Beroperasi Tiga Sesi Dalam Sehari
SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 | 09:57 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional, PT Angkasa Pura II (AP II) Persero resmi mengoperasikan kereta tanpa awak atau Skytrain di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, Minggu (17/9). Operasi kereta tanpa awak ini wujud komitmen pemerintah membangun negeri melalui sinergi BUMN.

 Untuk tahap awal, kereta yang akan melayani mobilisasi penumpang antar Terminal Ban­dara Soetta ini baru melayani perpindahan penumpang pesa­wat atau pengunjung bandara dari Terminal 3 ke Terminal 2 dan sebaliknya tiga sesi dalam sehari, pada pukul 07.00 – 09.00 WIB, lalu 12.00 – 14.00 WIB, serta 17.00 – 19.00 WIB.

Adapun lintasan yang dilalui pada tahap awal ini adalah sepa­njang 1.700 m dan kapasitas 1 set Skytrain yang terdiri dari 2 kereta ini adalah sebanyak 176 orang.


Menteri BUMN Rini M Soe­marno menuturkan, kolaborasi antara AP II, Wika, dan LEN Industri dalam pengoperasian proyek Skytrain ini merupakan salah satu contoh kerjasama yang bermanfaat bagi pelayanan kepada masyarakat.

"Beroperasinya Skytrain ini juga merupakan salah satu upaya AP II untuk meningkatkan daya saing Bandara Soetta ditingkat global sehingga dapat bersaing dengan bandara di luar negeri sekaligus mengharumkan nama Indonesia," tegas Rini di Ban­dara Soetta.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan, nantinya, Skytrain akan beroperasi 24 jam dalam 1 hari. Penumpang pesawat juga dapat mengetahui jadwal keberangkatan dan kedatangan Skytrain melalui aplikasi Indo­nesia Airport di smartphone iOS dan Android.

"Skytrain beroperasi sete­lah Kementerian Perhubungan melakukan sejumlah verifika­si, khususnya terkait dengan keselamatan, keamanan, dan pelayanan. Selain itu, sudah terbit juga Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KP 841 Tahun 2017 tentang Izin Operasi Perkeretaapian Khusus Kepada PT Angkasa Pura II (Persero)," kata Awaluddin.

Dilanjutkan Awaluddin, pada tahap awal operasional Skytrain akan melibatkan pengemudi hingga sekitar 6 bulan ke depan sebagai bagian dari familiarisasi dan sosialisasi kepada publik. Setelah itu Skytrain akan berop­erasi tanpa awak.

Investasi Rp 950 Miliar

Nantinya Skytrain juga akan menghubungkan Terminal 3, Terminal 2, stasiun kereta ban­dara, dan Terminal 1 dengan to­tal lintasan dual track mencapai 3.050 m atau sekitar 3 kilometer (km). Saat beroperasi penuh, headway Skytrain ditetapkan se­tiap 5 menit dengan total waktu tempuh 7 menit.

"Total nilai investasi proyek Skytrain ini mencapai sekitar Rp950 miliar, di mana sebesar Rp 530 miliar digunakan untuk pengadaan trainset dan Rp 420 miliar untuk pembangunan lin­tasan," lanjut Awaluddin.

Pengadaan trainset disiapkan oleh PT LEN Industri (Persero) dan Woojin asal Korsel, semen­tara itu pembangunan lintasan beserta shelter oleh PT Wijaya Karya Tbk dan PT Indulexco.

"Skytrain ini merupakan hasil dari sinergi yang baik antara 3 BUMN yakni Angkasa Pura II, LEN Industri, dan Wika. Kami berharap sinergi ini dapat men­jadi contoh bagi BUMN lainnya untuk memberikan yang terbaik bagi negeri," tegas Awaluddin.

Direktur Operasi PT Angkasa Pura II (Persero) Djoko Murd­jatmojo menjelaskan, Skytrain Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditempatkan di sisi darat atau landside seperti contohnya ban­dara di San Fransisco, dan tidak di sisi udara atau airside seperti di Bandara Changi, Singapura.

Hal ini karena Bandara Inter­nasional Soekarno-Hatta memi­liki sistem multi terminal di mana masing-masing terminal berop­erasi secara individu sehingga penumpang transit antar terminal berpindah melalui landside.

"Dari analisis menunjukkan bahwa pergerakan penumpang dan pengguna jasa seluruhnya melalui landside sehingga penempatan Skytrain sudah sesuai kebutuhan di lapangan," ujar Djoko.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, Skytrain di Bandara Soetta mer­upakan suatu kebanggaan bagi dunia transportasi Indonesia. "Lebih dari itu, moda transporta­si ini sangat efektif sebagai salah satu moda transportasi yang ada di bandara, selain tentunya juga nanti kereta bandara akan beroperasi dari bandara menuju Jakarta dan sebaliknya," kata Budi yang juga bekas Direktur Utama AP II. ***

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya