Berita

Jenderal Gatot Nurmantyo/Net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Gatot Nurmantyo: Tujuan Saya Memutar Film PKI Agar Generasi Muda Tidak Terkotak-kotak

SELASA, 19 SEPTEMBER 2017 | 09:53 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sebelumnya dikabarnya TNI berencana mengadakan pe­mutaran kembali film G30S/PKI30 September. Film yang sempat menjadi bahan kontroversi pasca jatuhnya resim Orde Baru.

Kabarnya pemutaran film tersebut diperintahkan oleh Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. TNI AD pun sudah mengeluarkan surat edaran kepa­da jajarannya, untuk mensosialisasikan rencana tersebut. Film G30S/PKI dibuat tahun 1984. Pada September 1998, Menteri Penerangan Yunus Yosfiah men­gumumkan film ini dihentikan peredaran dan pemutarannya karena berbau rekayasa sejarah dan mengkultuskan seorang presiden. Berikut penuturan lengkap Jenderal Gatot terkait alasannya memutar film bermua­tan sejarah kelam bangsa ini;

Apa betul Anda yang me­merintahkan untuk memutar film G 30 S/PKI?
Betul, saya yang perintahkan kepada jajaran saya untuk nyetel film itu. Mau apa memangnya? Menteri Dalam Negeri kan su­dah mempersilakan (pemutaran kembali film G30SPKI-red). Yang bisa melarang saya cuma pemerintah.

Betul, saya yang perintahkan kepada jajaran saya untuk nyetel film itu. Mau apa memangnya? Menteri Dalam Negeri kan su­dah mempersilakan (pemutaran kembali film G30SPKI-red). Yang bisa melarang saya cuma pemerintah.

Apa tujuan dari pemutaran film itu?
Tujuannya bukan untuk mendiskreditkan siapa yang salah, tapi untuk memberikan gambaran kepada generasi muda. Generasi muda sekarang ini pela­jaran sejarahnya kayak apa sih? Mereka kan kurang tahu sejarah. Sekarang kan berita hoax itu banyak dan beragam. Jadi jangan sampai generasi muda kita terpengaruh lagi, terkotak-kotak lagi, akhirnya terjadi seperti kejadian dulu lagi. Jangan sampai sejarah yang kelam itu terjadi lagi.

Kenapa harus film G 30 S/PKI?
Supaya anak bangsa generasi muda tahu, bahwa bangsa kita pernah punya sejarah yang hi­tam. Bahwa bangsa kita pernah mengalami tragedi yang sangat menyakitkan dan menyebab­kan banyak korban, supaya kejadian serupa tidak terulang kembali. Kalau meluruskan sejarah, menceritakan sejarah saja tidak boleh, mau jadi apa bangsa ini?

Tapi banyak yang menen­tang karena isi filmnya diang­gap tidak benar?
Saya tidak berpolemik dan hanya meneruskan sejarah yang terjadi saat itu kepada generasi muda. Ingat, Presiden Bung Karno pernah mengatakan, jan­gan lupa Jas Merah (Jangan Sesekali Melupakan Sejarah) dan jangan lupa jasa-jasa para Pahlawan.

Tapi banyak yang tidak setuju juga, karena film ini di­anggap sudah tidak relevan?
Biarin aja, saya enggak mau berpolemik. Ini juga upaya melu­ruskan sejarah. Saya hanya ingin menunjukkan fakta yang terjadi saat itu. Karena anak-anak saya, prajurit saya, masih banyak yang tidak tahu. Kalau meluruskan sejarah, menceritakan sejarah saja tidak boleh, mau jadi apa bangsa ini?

Kalau tetap diputar, Anda khawatir akan banyak yang menentang?
Soal polemik, biarin sajalah. Tujuan kita tidak berpolemik kok. Tujuan saya hanya untuk mengingatkan pada generasi muda dan prajurit-prajurit saya, supaya jangan sampai ini teru­lang kembali. Itu saja tujuannya. Orang mempersepsikan lain itu terserah saja, tidak masalah. Bagi kami, bagi saya, hanya mengingatkan agar jangan sam­pai terulang kembali.

Ada harapan tertentu bagi generasi muda dengan dipu­tarnya film ini?

Dengan menyaksikan Film G 30 S/PKI, hendaknya jangan sampai terprovokasi dan terpen­garuh. Supaya jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali. Untuk itu, mari kita meningkatkan persatuan dan kesatuan supaya tidak terulang lagi peristiwa yang menyedih­kan itu. *** 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Sempat Kaget, Legislator Golkar Bersyukur Budi Arie Klarifikasi dan Minta Maaf

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:20

KPK Tahan Gatot Heroe Hernanda, Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:10

DPRD Siap Bongkar Oknum Parpol dan Ormas Minta Jatah Proyek SD Rembang

Rabu, 26 Agustus 2026 | 20:05

Netflix Umumkan Pemeran Baru One Piece Season 3, Siap Hidupkan Kisah Battle of Alabasta

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:53

Bank Berwenang Menunda Transaksi Sesuai UU TPPU

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:52

Daftar 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Kemenhut Buntut Karhutla

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:49

Unhan Terbitkan Edaran Penggunaan Hijab bagi Kadet Putri Muslim

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:44

Diduga Terima Mobil hingga Rumah Mewah, Anggota DPRD Kota Bengkulu Diselidiki KPK

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:37

Pertamina Eco RunFest 2026, Hadirkan Tujuh Inisiatif Keberlanjutan Lingkungan

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:27

Lolly Suhenty: Kerja Kehumasan Bawaslu Menjaga Halaman Rumah

Rabu, 26 Agustus 2026 | 19:26

Selengkapnya