Berita

Foto: Dok

Nusantara

Bacalon Bekasi Minta Videotron Di Tugu Bambu Runcing Dibongkar

SENIN, 18 SEPTEMBER 2017 | 11:56 WIB | LAPORAN:

Pemerintah Kota Bekasi diminta membongkar videotron dan papan reklame yang menutupi Tugu Bambu Runcing yang terletak di samping lalu lintas Jalan Ahmad Yani, Bekasi.
 
Bakal calon Walikota Bekasi, Anggawira menilai keberadaan videotron dan papan reklame di lokasi tersebut telah menodai simbol Kota Bekasi dan perlahan mengikis identitasnya.

"Ya, tentu harus dibongkar. Karena tidak semestinya videotron itu berada di lokasi Tugu Bambu Runcing berdiri. Ini sama saja Pemerintah Bekasi telah menyiakan perjuangan para pendiri dan konsep visi Kota Bekasi dilahirkan. Ini jadi sebuah tanda bahwa Kota Bekasi mulai kehilangan identitas," ujar Anggawira di Bekasi, Senin (18/9).


Kepada wartawan, politisi Partai Gerindra ini menyatakan akan melayangkan sebuah petisi yang isinya meminta pemerintah mengambil kebijakan untuk memindahkan videotron dan papan reklame yang menutupi Tugu Bambu Runcing.

"Kita akan segera melayangkan petisi yang meminta pemerintah Kota Bekasi untuk segera membongkar videotron dan papan reklame yang menghalangi Tugu Bambu Runcing sesuai dengan Perda 10 Tahun 2011 tentang Ketentuan K3 Kota Bekasi," tegasnya.

Selain meminta pembongkaran, Anggawira juga meminta pemerintah melakukan pemugaran terhadap tugu yang kondisinya sudah tidak terawat kini.

“Banyak coretan pilox yang menimbulkan kesan kumuh, serta cat asli tugu yang telah pudar. Sekarang kalau kita lihat Tugu Bambu Runcing hanyalah sedikit dari banyaknya simbol-simbol daerah yang terabaikan," pungkas Anggawira.

Sebagai informasi tambahan, Tugu Bambu Runcing berada di simpang lampu lalu lintas Jalan Ahmad Yani, Bekasi. Tugu tersebut dibangun delapan tahun lalu oleh Pemkot Bekasi, tujuannya untuk mengingatkan masyarakat tentang sejarah Bekasi sebagai Kota Patriot.[wid]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya