Berita

Foto: BBC

Dunia

Inggris Siaga Penuh Hadapi Teror Selanjutnya

SABTU, 16 SEPTEMBER 2017 | 11:55 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ancaman teror di wilayah Inggris telah meningkat sampai level tertinggi. Sementara, kepolisian terus memburu pelaku pengeboman Tube di barat daya London, yang terjadi Jumat pagi waktu setempat dan melukai 29 orang.

Perdana Menteri Theresa May mengatakan, ancaman teror terhadap Inggris sudah di tahap kritis, yang berarti sebuah serangan akan segera terjadi lagi setelah sebuah bom rakitan diledakkan di kereta listrik bawah tanah alias Tube dekat stasiun Parsons Green.

Sejauh ini, terdengar klaim dari ISIS bahwa kelompoknya berada di balik serangan yang terjadi kemarin, namun klaim itu belum dapat dibenarkan.


Polisi mengatakan, akan ada pengerahan sekitar 1.000 aparat Inggris bersenjata di seluruh negeri setelah pemerintah meminta militer turun tangan.

Diberitakan BBC, Theresa May mengatakan, militer akan memberi dukungan kepada polisi dan akan menggantikan petugas keamanan di lokasi tertentu yang tidak dapat diakses publik. Scotland Yard akan meningkatkan jumlah petugas bersenjata yang berpatroli di lokasi-lokasi keramaian.

Penggunaan militer untuk membantu polisi pernah dilakukan ketika pemerintah mengerahkan tentara untuk membantu polisi menyusul serangan teroris di Manchester Arena pada 23 Mei lalu.

"Masyarakat akan melihat lebih banyak polisi bersenjata di jaringan transportasi dan di jalan-jalan, memberikan perlindungan ekstra," kata PM Theresa May.

Menurut dia, itu adalah langkah proporsional dan masuk akal yang akan memberi kepastian dan perlindungan ekstra saat penyelidikan atas teror di Parsons Green berlangsung.

Sebanyak 29  orang dirawat di rumah sakit akibat serangan itu, dan sebagian besar menderita luka bakar setelah bom rakitan meledak pukul 08.20 waktu setempat.

Kepala kontra-terorisme Inggris, Mark Rowley, mengatakan polisi terus memburu para tersangka. Dia juga mengatakan bantuan dari militer akan memberikan kepastian di seluruh negeri.

Rowley mengatakan ratusan petugas polisi telah memeriksa CCTV untuk menemukan mereka yang bertanggung jawab atas serangan Tube. [ald]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya