Berita

Kepulauan Seribu/net

Nusantara

Tidak Cukup Waktu, Pengadaan Kapal Jenazah di Kepulauan Seribu Batal Terealisasi

JUMAT, 15 SEPTEMBER 2017 | 21:37 WIB | LAPORAN:

Pengadaan dua kapal jenazah di Kepulauan Seribu tahun ini batal direalisasikan. Berikut penjelasan Ketua Tim Pengawasan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan (TP4D) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Utara, Roedianto.

"Untuk pengadaan kapal jenazah di Kepulauan Seribu tahun ini gagal dilakukan, karena tidak cukup waktu," ujar Roedianto, Jumat (15/9).

Padahal, lanjut Roedianto, pihaknya sudah melakukan pendampingan sejak awal agustus 2017 lalu. Bahkan, pihaknya juga telah meninjau langsung ke lokasi galangan milik perusahaan pemenang lelang, untuk dimintai keterangan mekanisme pengerjaan kapal jenazah.


Hanya saja, pihak pemenang menyatakan tidak sanggup dengan waktu yang hanya tersisa tiga bulan.

"Kita pun menawarkan ke pemenang yang kedua. Namun, jawabannya juga sama tidak sanggup," katanya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Seribu, Irmansyah mengatakan, gagalnya pengadaan dua kapal jenazah menjadi perhatian dan pelajaran untuk setiap SKPD dan UKPD.

Khususnya, agar ke depan bisa meminta pendampingan dan konsultasi. Sehingga, semua kegiatan dan program tidak bermasalah. Baik secara administrasi, maupun secara kemanfaatannya kepada masyarakat.

"Ke depan apapun itu program dan kegiatannya, pelaksanaannya harus dikerjakan sejak awal. Tahun depan pengadaan kapal jenazah ini kita akan usulkan kembali," tandasnya.

Untuk diketahui, anggaran untuk pengadaan satu kapal jenazah dianggarkan sebesar Rp 2,8 miliar. Kapal jenazah ini nantinya di peruntukan untuk warga di wilayah Kecamatan Kepulauan Seribu Utara dan Kepulauan Seribu Selatan.[san]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya