Berita

Foto/Net

Bisnis

Indonesia Semakin Cantik Di Mata Investor Asing

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 | 11:22 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Belum lama ini lembaga financial dari Amerika Standart and Poor (S&P) mengumumkan naiknya peringkat Indonesia sebagai negara layak investasi.

Hal tersebut dinilai oleh Kaukus Muda Indonesia (KMI) akan berdampak positif bagi perekonomian nasional. Dengan begitu minat investor asing akan berbondong-bondong menanamkan modalnya di Indonesia.

"Kenaikkan peringkat Indonesia sebagai negara layak investasi, akan mempercantik Indonesia di mata investor asing. Sehingga kondisi ini bisa memangkas keraguan investor untuk masuk ke Indonesia, baik investasi secara langsung maupun lewat surat utang," kata Ketua Umum KMI Edi Homaidi kepada Kantor Barita Politik RMOL, Kamis (14/9).


Dijelaskan Edi, rating invesment grade dari semua lembaga pemeringkat surat utang juga akan membuat biaya surat utang Indonesia akan melandai, termasuk untuk samurai bond. Sehingga diharapkan hal ini akan berdampak positif atas yield surat utang Indonesia, begitupun dengan beban pembayaran bunga juga dapat terpangkas.

"Kita berharap agar ke depan aliran dana investor dari asing untuk menanam modal di Indonesia semakin deras, sehingga nantinya target pencapaian BKPM realisasi investasi Rp 670 triliun di 2017 dan Rp 840 triliun di 2018 terwujud," terang Edi.

Untuk itu, KMI mengajak seluruh elemen untuk tidak menciptakan kegaduhan politik demi untuk kepentingan sesaat dan kelompok.

"Mereka harus lebih mementingkan kepentingan bangsa secara luas dan untuk kemajuan dan pembangunan ekonomi secara nasional," ujar Edi mengingatkan. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya