Berita

Bally Saputra Datuk Janosat/Net

Bisnis

Konjen Kehormatan: Investor Nepal Sedang Melirik Yogyakarta

KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 | 11:14 WIB | LAPORAN:

Duta Besar Nepal untuk Malaysia, Indonesia dan Filipina, Niranjan Man Singh Basnyat meresmikan beroperasinya Kantor Konsulat Jenderal (Konjen) Kehormatan Nepal di Jakarta yang berlokasi di Menara Hijau, Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan.

Niranjan mengatakan, peresmian kantor tersebut diharapkan mampu meningkatkan hubungan kedua negara di berbagai bidang.

"Hubungan bilateral kedua negara yang kita genjot mulai dari sektor properti, infrastruktur, perdagangan, politik, budaya, dan pariwisata," ujarnya di Jakarta, kemarin.


Konjen Kehormatan Nepal untuk Indonesia, Bally Saputra Datuk Janosati berjanji akan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan hubungan dan promosi terkait ekonomi, sosial budaya dan perdagangan Nepal di Indonesia.

Dalam jangka pendek dan menengah, menurut dia, pemerintah Nepal berencana membuka rute penerbangan langsung dari Kathmandu ke Jakarta dan sebaliknya, maupun Kathmandu-Yogyakarta dengan maskapai Himalaya Airline dan Garuda Indonesia.  Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan hubungan antar negara terutama di bidang pariwisata dan keagamaan.

Bally yang juga Ketua Bidang Pertanahan dan Kawasan DPP Gebu Minang yang diketuai Ketua Umum DPP Gebu Minang Oesman Sapta mengatakan, pengembang Indonesia akan diajak untuk berinvestasi di Nepal.  Malah dalam waktu dekat, ia berencana membawa sejumlah pengembang nasional yang tergabung di Real Estate Indonesia (REI) untuk melihat peluang investasi properti di negara berpenduduk 28 juta jiwa tersebut.

"Ini adalah kesempatan bagi pengusaha properti Indonesia. Sekarang Nepal masih butuh banyak rumah, di samping peluang pengembangan resort, hotel, apartemen dan rumah sakit," papar dia.

Sementara itu, beberapa investor Nepal juga sedang melirik Yogyakarta, khususnya kawasan di sekitar Candi Borobudur untuk dibangun hotel.  Untuk perdagangan, Nepal membutuhkan banyak souvenir khas untuk dijual kepada wisatawan yang datang ke negeri yang sebagian besar wilayahnya berada di lereng Pegunungan Himalaya tersebut.

Indonesia dengan dukungan industri kreatifnya yang cukup maju, kata Bally, memiliki peluang besar untuk memasok kebutuhan barang souvenir khas Nepal tadi.[wid]


Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya