Berita

Foto/Net

Bisnis

PT Pos Gandeng Antam Layani Jualan Logam Mulia

Pelanggan Nggak Perlu Jauh-jauh Ke Butik Emas
KAMIS, 14 SEPTEMBER 2017 | 08:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pos Indonesia (Persero) bekerja sama dengan PT Aneka Tambang/Antam (Persero) Tbk untuk penjualan logam mulia di kantor pos. Melalui kerja sama ini, 205 kantor pos di Indonesia akan melayani penjualan emas Logam Mulia (LM), sehingga pelanggan tidak harus jauh-jauh ke Butik Emas yang selama ini melayani penjualan Logam Mulia Antam.

Direktur Jaringan, Retail dan SDM Pos Indonesia, Ira Pus­padewi mengatakan, dukungan jaringan Pos Indonesia yang tersebar luas lebih dari 24.000 titik layanan akan lebih me­mudahkan masyarakat untuk membeli emas.

"Melalui kerja sama ini, pem­beli bisa melakukan transaksi baik di kantor pos pemeriksa maupun kantor pos cabang da­lam kota dan luar kota," kata Ira Puspadewi.


Ira menjamin, program ker­jasama penjualan Logam Mulia ini didukung oleh keandalan teknologi informasi untuk proses pembelian atau pemesanan serta transaksi pembayaran pengiri­man barang kategori valuable goods.

Artinya, data transaksi dapat terekam dengan benar, akurat, cepat, memudahkan proses rekonsiliasi, penyelesaian dan pelaporan untuk keperluan pe­mantauan dan evaluasi, baik dari sisi perusahaan maupun dari sisi mitra.

"Bagi Pos Indonesia, sinergi ini meningkatkan pendapatan melalui bisnis layanan baru dengan segmen pasar pelang­gan yang datang ke kantor pos, membentuk citra positif bahwa Pos Indonesia telah mempu me­nangani kiriman barang dengan kategori valuable goods, serta meningkatkan daya saing," te­gas Ira.

Direktur Pemasaran Antam, Tatang Hendra mengatakan, Antam berkomitmen dalam praktik pelaksanaan operasional yang baik, mulai dari eksplorasi, penambangan, pengelolaan ling­kungan, pengolahan dan pemur­nian hingga penjualan.

"Kerja sama dengan Pos In­donesia diharapkan akan men­dukung kinerja bisnis emas Antam," kata Tatang.

Menurut Tatang, melalui jaringan distribusi produk yang lebih kuat, akan semakin mengokohkan Antam, sebagai salah satu produsen emas ber­sertifikat LMBA (London Bul­lion Market Association) yang menjamin kepastian berat dan kemurnian emas.

Tatang juga mengatakan, ru­ang lingkup sinergi dua BUMN ini mencakup penyediaan fasili­tas penjualan serta pembayaran dan distribusi produk emas LM di kantor pos.

"Pelanggan melakukan pem­belian emas LM di kantor pos dengan sistem pemesanan. Se­lanjutnya, Antam akan meng­gunakan layanan Pos Indonesia untuk mengirimkan emas LM dari butik emas LM terdekat menuju lokasi kantor pos tempat pembelian," ujarnya.

Pelanggan sudah dapat meme­san emas LM mulai dari 0,5 gram sampai dengan 50 gram di 205 kantor pos, sejak 11 Sep­tember 2017. *** 

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya